Rekomendasi

Kunjungi Ponpes Islam Al Mukmin, Mabes Polri Ajak Perang Lawan Hoaks

Sabtu, 06 April 2019 : 16.38
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Perwakilan Mabes Polri AKBP Syuhaimi mengajak kepada Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki terlibat menjaga kondusivitas keamanan dengan membantu memerangi berita hoaks yang kian marak menjelang hari pencoblosan pemilu April mendatang.

"Kalau ulama dan umaro bisa duduk bersama dalam menyelesaikan persoalan bangsa, Insya Allah akan dapat ditemukan solusi jalan keluarnya," kata Syuhaimi kepada hariankota.com dan awak media lain usai bersilahturahmi dengan Ustad Wahyuddin, pimpinan Yayasan Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki dan jajaran pengurus lainnya di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (7/4/2019).

Di Ponpes yang juga diasuh Ustad Abu Bakar Ba'asyir ini, Syuhaimi dan rombongan mendapat banyak masukan dan penjelasan, khususnya tentang perkembangan ponpes yang menampung ribuan santri dari berbagai penjuru tanah air ini.

"Setelah mendapat penjelasan dari pimpinan ponpes, kami sangat mengapresiasi perkembangan ponpes saat ini. Beberapa tahun silam saya berkunjung kesini sangat ketat dalam menerima kunjungan tamu. Namun situasi yang berkembang, sekarang sangat jauh berbeda. Lebih terbuka," ungkap Syuhaimi.

Mewakili institusi Polri, Syuhaimi berharap dengan keterlibatan Ponpes Al Mukmin mendukung terselenggaranya Pemilu dengan baik, dan akan lahir pemimpin yang dapat mengantisipasi dinamika pergerakan sosial, utamanya dari golongan generasi milenial.

"Jadi, ini merupakan kunjungan silahturahmi rutin ke Yayasan Ponpes Al Mukmin. Sebelumnya kami juga berkunjung ke ponpes lain, yakni di Lamongan dan Aceh," ujarnya.

Sementara Ustad Wahyuddin menyampaikan, pihaknya membuka diri menerima kunjungan silaturahmi dengan siapa saja. Terlepas dari batal bebasnya Abu Bakar Ba'asyir, hubungan Ponpes dengan Kepolisian, TNI dan lembaga lain tetap terbangun dengan baik.

Menyinggung soal hoaks, Ustad Wahyuddin mengatakan bahwa maraknya informasi yang kebenarannya sulit dibuktikan atau berita bohong dengan tujuan menjatuhkan nama baik, itu merupakan keniscayaan yang tak terhindarkan dalam pemilu saat ini.

"Sebagai umat Islam tentu cara kita mensikapi hanya ada dua, yakni dengan do'a dan ikhtiar. Harus bisa memilah dan memilih mana yang benar dan yang tidak benar. Semua ini sudah merupakan ketentuan dari Allah," terangnya.

Ditegaskan Ustad Wahyuddin, Ponpes Al Mukmin dalam kontestasi pemilu 2019 ini tidak terlibat untuk mendukung salah satu paslon Capres - Cawapres maupun parpol tertentu.

"Kami berkomitmen berdiri diatas semua golongan. Silahkan saja, siapapun berkampanye, tapi tidak kami ijinkan didalam ponpes ini. Kalau diluar ponpes ya silahkan," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More