Rekomendasi

Rencana Penutupan Bawah Jembatan Layang, Bupati Menolak dan Surati Presiden

Sabtu, 06 April 2019 : 20.20
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Rencana penutupan secara permanen jalan yang berada di bawah flyover (jembatan layang) yang berada di Palur oleh Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkeretapian, bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi mengirim surat kepada presiden Joko Widodo, serta gubernur Jawa Tengah.

Dalam suratnya, bupati meminta agar jalan yang berada di bawah jembatan layang tersebut, tidak ditutup dan tetap difungsikan untuk lalu lintas.

“Kami minta kepada presiden, Kementerian Perhubungan agar jalan yang berada di bawah jembatan layang tersebut tetap difungsikan untuk lalu lintas. Kami mohon dipertimbangkan ulang dengan teknologi yang tidak menutup akses jalan yang berdampak luas kepada perekonomian warga sekitar,” kata bupati, Sabtu, (06/04/2019).

Bupati menegaskan, jika berbicara persoalan, maka semua pihak tidak berdalih punya kewenangan masing-masing. “Ini kepentingtan kemanfaatan. Jangan berdalih masing-masing punya kewenangan,” tegasnya.

Ditambahkan bupati, Substansi dasar dari keputusanyang diambil, kan semua berfungsi dengan baikUntuk itu, tandas bupati, jangan terlalu kaku bicara kewenanagan.

“Perlu dikaji asas manfaat. Jangan ambil keputusan terburu-buru sebelum semua matang. Itu keputusan publik. Semua orang harus tahu,” tukasnya. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian, akan menutup jalan yang berada di bawah jembatan layang.

Penutupan ini dilakukan pemasangan wessel untuk memperlancar perjalanan kereta pai yang telah memiliki jalur ganda. Rencana penutupan jalan yang rencananya akan dilakukan secara permanen ini, sontak mendapat tanggapan dari masyarakat.

“Penutupan ini mendadak. Kami minta, agar kepentingan masyarakat harus diperhatikan. Kalau jalan di bawah jembatan layang ini ditutup, maka akan mematikan ladang usaha yang dimiliki warga. Kami minta agar pentutupan ini dikaji ulang,” ujar Anton, warga sekitar.

Disisi lain, penutupan jalan di bawah jembatan layang tersebut, menurut Eko Budianto Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, mngungkapkan, bahwa keputusan penutupan tersebut, sepenuhynya kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Ini program pemerintah.Dibeberapa tempat juga ditutup. Penutupan jalan ini, karena stasiaun Palur ini sudah dilengkapi dengan jalur ganda, sehingga ke depan, arus lalu lintas kereta api semakin padat. Agara operasional kereta api lancar, maka dipasang wesel.

Pemasangan wesel ini kami yang melakukan, tapi penutupan jalannya adalah kewenangan Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian,” jelasnya melalui sambungan telepon selular.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More