Rekomendasi

Sepeda Rotan Raksasa Meriahkan Karnaval Grebeg Penjalin #4 di Sukoharjo

Selasa, 30 April 2019 : 17.57
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sebuah sepeda kayuh roda tiga dengan tinggi sekira 2,5 meter terbuat dari bahan campuran antara besi dan kayu rotan atau penjalin jadi pusat perhatian warga dalam karnaval budaya Grebeg Penjalin #4 di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (30/4/2019).

Sepeda dengan lama pembuatan selama satu tahun ini merupakan karya asli pangrajin rotan dari Desa Trangsan yang sudah dikenal luas sebagai pusat produksi mebel rotan kwalitas ekspor.

Sebagai karya seni, sepeda tersebut disebutkan telah didaftarkan dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori sepeda unik terbesar berbahan rotan.

Pantauan hariankota.com di lapangan, karnaval dengan melibatkan seribuan peserta ini dibagi menjadi beberapa segmen dan komunitas diantaranya, komunitas warga desa, petani, pelaku industri mebel rotan, komunitas pendidikan, komunitas seni budaya, komunitas olahraga dan komunitas lainnya.

Ketua Panitia Grebeg Penjalin #4, Ucok Suwarto mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan adalah untuk menciptakan peristiwa budaya kreatif, menumbuhkan kecintaan terhadap produksi mebel rotan, serta menciptakan pangsa pasar baru dari hasil produksi pengrajin mebel Desa Trangsan.

"Kalau sebelumnya pasar mebel produksi desa ini sudah dikenal diluar negeri, maka untuk tahun ini kami akan berkonsentrasi di pasar domestik yang belum sepenuhnya tergarap dengan baik," terangnya

Sejak tahun 2008, industri rotan mengalami gejolak dan penurunan permintaan dari pembeli di luar negeri, sehingga telah menyebabkan kelesuan yang berdampak multiplier effek dimana salah satunya peralihan profesi masyarakat.

Dari yang semula menggeluti usaha rotan beralih ke usaha lain lantaran tuntutan ekonomi.

"Kondisi inilah yang akhirnya membuat warga disini sadar untuk bangkit kembali membangun kejayaan industri rotan dengan cara menggelar kegiatan budaya berupa grebeg penjalin ini. Dan alhamdulillah sekarang sudah mamasuki tahun ke empat," ujarnya.

Dari seluruh rangkaian karnaval, sebagai puncaknya adalah rebutan empat gunungan berisi bermacam produk kerajinan berbahan rotan. Gunungan yang dibawa dengan tandu ini, dalam hitungan detik, isinya langsung habis diserbu warga yang sedari awal sudah menunggu momen tersebut.

Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi yang hadir membuka acara bertema Pesona Rotan Trangsan Menjalin Kebersamaan ini berharap, melalui grebeg penjalin, industri rotan Sukoharjo yang berpusat di Desa Trangsan kembali berjaya seperti masa lampau.

"Selain itu, kami juga berharap, even ini jadi pendulum geliat ekonomi baru dan menjadi ikon terwujudnya Desa Trangsan sebagai daerah tujuan wisata industri rotan di Kabupaten Sukoharjo," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More