Rekomendasi

Spanduk Penolakan Terpasang di Bawah Jembatan Layang

Sabtu, 13 April 2019 : 20.04
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Rencana penutupan secara permanen jalan yang berada di bawah jembatan layang Palur, yang berada di dua wilayah berbeda, yakni Desa Palur Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, serta warga yang berada di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, menuai protes dari warga sekitar.

Pantauan hariankota.com, Sabtu (13/04/2019). Salah satu bentuk protes dan penolakan warga atas rencana penutupan jalan tersebut, terlihat dari pemasangan sejumlah spanduk yang bertuliskan “Infrastruktur Mumpuni, Tapi rakyat Terbebani, Menolak Penutupan Jalan, Jangan Tutup Akses Kami, Jamane Soyo Maju, Pikirane Soyo Mundur”.

Kepala Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Sugito, ketika dihubungi hariankota.com, melalui telepon selularnya, mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk penolakan tersebut.

Spanduk tersebut, menurut Sugito, telah terpasang sejak lima hari lalu. “Saya kurang tahu, siapa yang memasang. Informasi yang saya peroleh, spanduk penolakan penutupan jalan tersebut sudah terpasang sejak lima hari lalu,” katanya.

Sugito menuturkan, selaku kepala desa, dia tidak bisa melarang pemasangan spanduk tersebut. Pasalnya, menurutnya, pemasangan spanduk tersebut, sebagai salah satu bentuk protes karena penutupan tersebut dianggap merugikan masyarakat dan pengguna jalan.

“Saya menilai, pemasangan spanduk ini sebagai bentuk protes warga. Secara pribadi, saya kurang setuju terhadap rencana peneutupan jalan ini. Jika memang jalan ini akan ditutup, maka dua dusun yang ada di Desa Palur, praktis akan terpisah. Jika akan melakaukan pertemuan, maka harus memutar sejauh dua kilo meter,” ujarnya.

Dari sisi usaha, penutupan jalan ini membuat usaha warga yang berada disekitar jalan yang berada di bawah jembatan layang itu, dipastikan akan mengalami kerugian, karena akses jaklan yang terputus.

“Dalam pertemuan terakhir, kami sudah menyampaikan protes agar jalan tersebut tidak ditutup. Jika memang harus ditutup, harus ada alternatif lain, sehingga ada akses jalan untuk warga serta pengguna jalan lain,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian, akan menutup jalan yang berada di bawah jembatan layang. Penutupan ini dilakukan pemasangan wessel untuk memperlancar perjalanan kereta api.

Eko Budianto Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, mngungkapkan, bahwa keputusan penutupan tersebut, sepenuhynya kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Ini program pemerintah.Dibeberapa tempat juga ditutup. Penutupan jalan ini, karena stasiun Palur ini sudah dilengkapi dengan jalur ganda, sehingga ke depan, arus lalu lintas kereta api semakin padat.

Agar operasional kereta api lancar, maka dipasang wesel. Pemasangan wesel ini kami yang melakukan, tapi penutupan jalannya adalah kewenangan Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian,” jelasnya melalui sambungan telepon selular.

Jurnalis : Iwan Iswanda

Editor : Mahardika

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More