Rekomendasi

Surat Suara Tercoblos, Dubes Malaysia Sebaiknya Pulang

Sabtu, 13 April 2019 : 13.28
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Banyak pihak yang menyayangkan adanya temuan surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia untuk pasangan capres nomor 1, Jokowi-Ma'ruf. Begitu juga anggota Komisi I DPR RI Sukamta yang notabene dari Fraksi PKS.

"Agar tidak terjadi saling tuduh, sebaiknya Bawaslu segera memproses. Siapa pun yang terlibat, perlu ditindak sesuai hukum agar tidak menjadi isu liar di masyarakat," kata Sukamta.

Hal itu disampaikan disela acara nonton bareng film berjudul '8 Strories' di kantor DPW PKS DIY, Jalan Gambiran Yogyakarta, Jumat (12/4/2019) malam.

Film yang dibuat kalangan milenial kader PKS ini bertujuan menciptakan pemilu 2019 ini yang jujur, adil, sejuk, dan menggembirakan.

Terkait surat suara yang sudah tercoblos tadi, Komisi I DPR RI sudah lama mengingatkan kedutaan di Malaysia. Mengingat, empat dari tujuh anggota PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) berasal dari kedutaan setempat.

"Informasi yang kita peroleh, masalah surat suara di Malaysia bukan saja tercoblos untuk capres 01, tetapi juga tercoblos atas nama caleg dapil luar negeri yang kebetulan anak duta besar (dubes)," jelasnya.

Sukamta menyarankan, sebaiknya Dubes Malaysia ditarik pulang ke Jakarta, untuk memberi keleluasaan Bawaslu melakukan pengusutan. Jika tidak ditarik maka panwas setempat dari unsur KBRI akan kesulitan karena merasa tertekan.

"Supaya semua berjalan dengan baik dan hukum menjadi tegak, akan sangat baik Pak Dubes pulang dulu ke Indonesia. Mudah-mudahan Pak Dubes tidak terlibat dalam peristiwa yang tidak terhormat itu. Jika terlibat, mohon maaf, perlu diganti," katanya.

Komisi I DPR RI juga sudah berkali-kali mengingatkan Menlu dan jajarannya mengenai panitia penyelenggara pemilu di luar negeri yang diisi oleh orang-orang dari KBRI.

Sukamta berharap kasus yang terjadi di Malaysia jangan sampai muncul di negara lain yang banyak terdapat tenaga kerja Indonesia (TKI) seperti Jepang, Korea, Australia, Saudi Arabia.

Pemilihan di luar negeri memang minim pengawasan, ibarat hutan belantara. Yang diperlukan adalah integritas moral dan KBRI berlaku adil. "Kalau perlu keluarga dubes tidak nyalon di dapil luar negeri," katanya.

Jurnalis: Danang Prabowo

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More