Rekomendasi

Tolak Politisasi Kampus, Mahasiswa UMS Demo Rektorat

Kamis, 11 April 2019 : 17.37
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mengaku gabungan dari beberapa fakultas dan jurusan melakukan aksi demo di depan gedung utama (rektorat) Siti Walidah, kampus setempat, Kamis (11/4/2019) siang.

Pantauan hariankota.com dengan membentangkan poster dan beberapa foto profil pejabat kampus, masing - masing peserta aksi menggenakan jaket almamater bergantian bersuara menolak politisasi kampus yang mereka sebut dilakukan oleh para petinggi jajaran civitas akademi.

"Kami tidak permasalahkan dukungan politik untuk nomor 01 atau 02, tapi kampus Muhammadiyah mengabaikan aturan. Kampus adalah ranah paling suci tidak boleh ada politik, tapi kenyataannya diwarnai dengan seruan politik," seru salah satu orator.

Kampus bukan gudang suara pemilu. Tidak ada sisi baik yang didapat dari kampus yang tidak steril dari kepentingan politik praktis para pengelolanya. Jika ini tak juga ditanggapi, massa aksi akan lebih memilih golput alias tidak menggunakan hak pilihnya.

Koordinator aksi, Hanif Fahrudin mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis kepada awak media mengatakan, aksi digelar berawal dari keresahan mahasiswa, lantaran ada beberapa dosen dan petinggi kampus melakukan kegiatan politik didalam kampus dengan cara membangun opini ke salah satu paslon.

"Ada dosen yang menggiring opini mahasiswa menyampaikan kebaikan paslon capres - cawapres tertentu, dan menyampaikan keburukan paslon lainnya," kata Hanif.

Menanggapi aksi tersebut, Taufik Kasturi, Wakil Rektor III UMS Bidang Kemahasiswaan dan Alumn mengatakan, pihaknya tak bisa memahami maksud dari aksi yang dilakukan mahasiswa yang disebutnya bukan dari salah satu elemen kampus.

"Maksud dan sasaran mereka siapa, dan bagaimana tudingan politisasi dikampus itu terjadi, tidak bisa dipahami," katanya.

Selama ini, kata Taufik, pihak kampus tidak merasa menggiring opini politik mahasiswa. Tidak ada instruksi apapun, baik dari kampus maupun Muhammadiyah. Meski begitu, kampus tidak bisa menafikkan jika ada beberapa oknum internal, secara pribadi mempunyai pandangan politik tertentu.

"Yah kami biarkan saja mereka menyampaikan aspirasinya sebagai bentuk kebebasan bersuara, asalkan tidak anarkis. Didalam (organisasi) Muhammadiyah tidak mengatur pilihan poltik masing masing pribadi," tandas Taufik.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Video Presiden Jokowi Bersama Keluarga Masuk ke Dalam Ka'bah Saat Ibadah Umroh

Berita Terbaru

Read More

Our Partners