Rekomendasi

Warga Akui Marak Pemberian Uang Sebelum Deklarasi Tolak Politik Uang

Selasa, 16 April 2019 : 17.41
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Praktek pemberian uang ke masyarakat jelang Pemilu di Kampung Kidul Pasar, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang ternyata benar adanya. Hal ini disampaikan Ketua Ketua RT 03 RW 7 Kelurahan Sukoharjo, Azwin Muzakki, saat ditemui hariankota.com, Selasa siang (16/4/2019).

Menurutnya, banyak dari anggota dewan yang terpilih di periode sebelumnya memberikan imbalan uang maupun barang saat masih menjadi calon legislatif (Caleg).

"Saat saya memimpin, ada beberapa caleg atau timses yang mendekati dengan cara tersebut.
Pada pemilu di 2014 marak banyak caleg yang terpilih kemarin menggunakan hal tersebut. Makanya kami trauma apalagi ada kasus suap itu," ujar Azwin.

Warga RT 03 Kelurahan Sukoharjo, Lukman Hakim membenarkan bila memang praktek pemberian uang dan barang sering dilakukan di wilayahnya.

"Memang ada sebelum - sebelumnya, tapi dengan adanya deklarasi kampung anti politik uang ini mereka yang mau ngasih sudah enggan duluan," bebernya.

Hal serupa diakui warga RT 4 Wahyu Hidayat yang menyebut bila pembagian uang dalam jumlah tertentu begitu masif dilakukan menjelang Pemilu.

"Kalau yang periode kemarin sering dan masif. Kami harus berani melaporkan, warga pun juga harus didorong. Kami ingin Malang lebih baik lagi," tegasnya.

Sebagai informasi warga Kidul Pasar, Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, mendeklarasikan diri menjadi kampung anti politik uang dengan memasang spanduk, 76 poster larangan, hingga kamera CCTV untuk memantau pergerakan bila terjadi pemberian uang maupun barang dari caleg dan tim suksesnya.

Sebelumnya, masih ingat dari ingatan masyarakat Kota Malang ketika Wali Kota Mochammad Anton dan 41 anggota DPRD Kota Malang periode 2014 -2019 ditetapkan menjadi tersangka kasus suap perubahan APBD tahun 2015.

Jurnalis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More