Rekomendasi

Workshop Persiapan Dini Beasiswa Australia Membludak

Sabtu, 27 April 2019 : 12.21
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Workshop persiapan dini meraih beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) dari pemerintah Australia, membludak. Bertema Plan Your Performance, kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Antusias peserta acara ini juga cukup banyak. Hal itu terlihat dari target peserta hanya 100 orang, yang mendaftar lebih dari 160 peserta. Peserta bukan hanya dari mahasiswa UST saja, tapi juga mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta.

Workshop ini diselenggarakan oleh Panitia SUFREO yang merupakan gabungan empat klub mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UST. Keempat klub mahasiswa itu mulai dari SAPPO, Debate Club, Beyond Book Club dan Journalism Photography Club.

"Diharapkan, melalui workshop ini para peserta memiliki bekal dini saat meraih beasiswa AAS," kata Nanang Bagus Subekti, peraih Australia Award tahun 2004-2005 di Universitas Flinders, Adelaide, Australia Selatan saat menjadi pembicara, Sabtu (27/4/2019).

Dekan FKIP UST ini menjelaskan ada banyak manfaat yang diperoleh penerima beasiswa AAS. Manfaat itu mulai dari sebelum berangkat ke Australia, saat di Australia, maupun setelah kembali ke Indonesia.

Keuntungan sebelum berangkat juga cukup banyak. Seperti, pelatihan bahasa Inggris akademik (English for Academic Purposes-EAP) di Indonesia dan tunjangannya, biaya visa, medical check up, biaya perjalanan domestic dari tempat asal ke EAP, sesi konsultasi langsung dengan perwakilan universitas Australia, dan pendampingan persiapan keberangkatan.

Ketika menempuh study di Australia juga demikian. Penerima AAS memperoleh biaya perjalanan, program pengenalan akademik, biaya penempatan (establishment allowance), biaya hidup, bantuan tutorial, biaya penelitian lapangan, pendampingan khusus dari universitas, jaringan professional, dan biaya perjalanan reuni keluarga.

"Ketika sudah kembali ke Indonesia pun, penerima AAS juga masih bisa mendapatkan manfaat dari AAS seperti menjadi bagian komunitas Australia Global Alumni, akses jurnal, artikel dan buku secara gratis," katanya.

Ima Widyastuti, peraih AAS tahun 2009-2011 menambahkan secara rinci untuk mendapatkan beasiswa ini. Pelamar hanya perlu melakukan pendaftaran secara online di https://oasis.dfat.gov.au dengan masa pendaftaran yaitu setiap tanggal 1 Februari sampai 30 April setiap tahunnya.

Syarat pendaftarannya adalah IPK minimal 2,9. Kemudian untuk TOEFL ITP 525 atau IELTS 5,5 untuk S2, TOEFL 550 atau IELTS 6,0 untuk S3 dan mengisi aplikasi online dengan melampirkan dokumen SICKAT (Sertifikat asli TOEFL/IELTS, Ijazah yang dilegalisir, CV, KTP/Paspor, Akta Kelahiran, Transkrip nilai yang dilegalisir.

"Dari sekian banyak persyaratan beasiswa AAS, syarat skor TOEFL/IELTS menjadi syarat berat bagi sebagian orang," katanya. Untuk itu, Hanandyo Dardjito, Ph.D. Alumni Universitas Darwin, Australia yang juga pengajar S2 Pendidikan Bahasa Inggris UST, menyampaikan beberapa tips mengerjakan soal-soal tes TOEFL.

"Tahapan seleksi beasiswa ini juga tidak rumit, pertama, pelamar melangkapi aplikasi online, kemudian ada pengumuman lolos berkas, selanjutnya Tes IELTS dan wawancara dan berakhir dengan pengumuman penerima beasiswa," jelas lulusan TESOL, Universitas Canberra, Australia ini.

Seringkali, pelamar mengalami masalah psikis ketika akan menghadapi tes wawancara. Untuk itu, dalam workshop ini, Victa Sari Dwi Kurniati yang merupakan pengajar mata kuliah Perhotelan di Prodi PBI UST, memberikan materi grooming.

Grooming merupakan tata cara membuat diri sendiri tampil rapi dan menarik sesuai tempat dan acaranya. Kesuksesan membawa penampilan ini jelas akan berpengaruh pada kepercayaan diri dalam menghadapi wawancara.

Jurnalis: Danang Prabowo

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More