Rekomendasi

World Dance Day, Ribuan Peserta Meriahkan Even Solo Menari

Senin, 29 April 2019 : 19.09
Published by Hariankota
SOLO - Memperingati Hari Tari Sedunia (HTD) atau World Dance Day yang jatuh tiap tanggal 29 Aprli, sekira 6.000 penari dari 175 grup tari di seluruh Indonesia unjuk kebolehan dalam even Solo Menari selama 24 jam nonstop yang dipusatkan di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

"Ada 600 jenis tari yang ditampilkan oleh 175 kelompok tari. Total ada sekitar 6 ribu penari yang ikut memeriahkan acara ini," kata Ketua Umum HTD ke-13 Eko Supriyanto, Senin (29/4/209).

Pantauan hariankota.com, selain di kampus ISI Surakarta, pada sore hari even ini juga digelar di Stadion Sriwedari Solo dengan melibatkan ribuan siswa sekolah.

Dalam even ini, tak hanya seniman tari dalam negeri saja yang unjuk kebolehan, beberapa penari dari luar negeri juga ada yang ikut serta dalam even tahunan ini. Diantaranya dari Prancis, Filipina, Australia dan Timor Leste.

"Kami juga menampilkan karya maestro tari Jonet Sri Kuncoro yang akan berkolaborasi dengan anak-anak difabel se Soloraya. Anak-anak yang memiliki kekurangan ini sebenarnya juga memiliki kelebihan," katanya.

Dengan tagar #GegaraMenari bertajuk "Urip Mawa Urup, Urip Hanguripi", diharapkan even ini memikat anak - anak muda atau kaum milenial pegiat media sosial untuk hadir menyaksikan dan mengabarkannya di dunia maya.

"Tema itu bermakna, hidup yang membawa semangat adalah hidup yang bisa menghidupi. Tari tidak hanya gerakan tubuh, tetapi memiliki filosofi kehidupan yang mendalam," terang Eko.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kementrian Pariwista (Kemenpar) Wawan Gunawan didampingi Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, yang menjadi ikon dari rangkaian Solo Menari adalah, 6 orang penari dari Bali, Kalimantan dan Jawa yang menari selama 24 jam nonstop.

"Mereka menari selama 24 jam nonstop di kampus ISI Surakarta dari Senin pagi pukul 06.00 WIB hingga berakhir pada pukul 06.00 WIB keesokan harinya, atau Selasa (30/4/2019)," jelasnya.

Adapun keenam penari tersebut adalah, Abib Igal dari Kalimantan, Arbi Nuralamnsyah dari Bandung, I Nyoman Agus Triyuda dari Bali, Pulung Jati Rangga Muri dari Yogyakarta, serta Darmasti dan Sri Hadi dari ISI Solo.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More