Rekomendasi

Bangunan Cagar Budaya Dicorat - Coret Akhirnya Kembali Dicat

Kamis, 02 Mei 2019 : 21.16
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Aksi vandalisme corat - coret yang dilakukan sekelompok orang pasca peringatan hari buruh internasional di salah satu jembatan di Jalan Gajah Mada viral tersebar di berbagai media sosial warga Kota Malang.

Dalam video berdurasi 29 detik ini belasan kelompok orang berbaju hitam melakukan vandalisme dengan menulis 'Tolak Upah Murah'. Aksi vandalisme ini langsung dikecam berbagai pihak, salah satunya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan melalui Tim Ahli Cagar Budaya.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Pariwisata Kota Malang, Agung H Bhuana mewakili Dinas Pariwisata mengecam keras aksi vandalisme yang dilakukan massa berkaos hitam usai demonstrasi peringatan Hari Buruh kemarin.

"Kami mengutuk keras perbuatan struktur Cagar budaya yang dilakukan oleh oknum pendemo. Kami meluncurkan surat ke wali kota tembusan ke Kapolres untuk dilakukan penanganan ekstra terhadap yang melakukan vandalisme," ujar Agung.

Ia juga meminta menangkap pelaku dan memberikan hukuman supaya memberikan efek jera ke pelaku vandalisme yang lainnya, terutama pelaku vandalisme di bangunan cagar budaya di Kota Malang.

Di sisi lain, Kamis (2/5/2019) belasan orang dari berbagai komunitas yang menamakan dirinya Arek Malang melakukan pengecatan di Jembatan Jalan Gajah Mada.

Mereka dengan sukarela membawa cat - cat berwarna putih dan hitam mengecat jembatan sejak pukul 12.00 WIB, sambil menampilkan pertunjukan musik di kawasan Taman Hutan Kota Malang.

"Saya mengapresiasi teman - teman Komunitas arek Malang dengan sukarela dan memberi kontribusi yang luar biasa yang tidak diperhitungkan dengan melakukan pengecatan ulang," ungkapnya.

Menurutnya, jembatan di Jalan Gajah Mada ini menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Malang, yang dibangun tahun 1910 oleh pemerintah kolonial Belanda kala itu.

"Selain fasilitas umum, jembatan ini yang sangat vital karena ditetapkan sebagai cagar budaya yang dibangun tahun 1910 oleh Belanda maka perlu dijaga bersama," bebernya.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More