Rekomendasi

Bank Sinar Mas Bangun Kemitraan dengan Petani di Sragen

Jumat, 17 Mei 2019 : 20.03
Published by Hariankota
SRAGEN - Bank Sinar Mas Wilayah Surakarta, menyerahkan bantuan alat pertanian berupa mesin penanam padi dan mesin perontok padi kepada para petani di Desa Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Sragen, melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR), Jumat (17/05/2019).

Selain memeberikan bantuan, Bank Sinar Mas juga mengucurkan bantuan modal kepada para petani, bekerja sma dengan CV Mutiara Bumi, melalui program Simas Agri.

Corporate secretary CSR PT Bank Sinar Mas Retno Tri Wulandari, mengatakan, bantuan ini sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pertanian.

Menurut Retno, bantuan sarana pertanian itu merupakan program sosial Bank Sinar Mas,untuk meningkatkan produksi pangan secara nasional.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan Bank Sinar Mas,dalam mendukung program pemerintah serta berupaya memberi manfaat kepada kelompok masyarakat, kususunya kepada para petani dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Retno, Jumat (17/05/2019).

Disisi lain, PT bank Sinar Mas, melalui kerjasama dengan CV Mutiara Bumi, memberikan bantuan modal kerja kepada para petani saat memasuki musim tanam.

Pimpinan PT Bank Sinar Mas, Surakarta, Hendra Gunadi, menjelaskan, bantuan modal kerja tersebut, utnuk taha awal dengn plafon 70% dari rencana anggaran biaya (RAB), serta maksimal modal kerja sebesar Rp500 juta.

“Sistem pembayaran dilakukan setelah masa panen selesai,” jelasnya. Untuk tahap awal, lanjutnya total keseleuruhan bantuan modal kerja yang dikucurkan sebesar Rp5 miliar.

Sementara itu, Direktur CV Mutiara Bumi, Hesti Yuliastanti, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengungkapkan, dalam perjanjian kerjasama ini, pihaknya bertindak sebagai avails, yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman para petani.

Dijelaskannya, dalam mengajukan bantuan modal kerja, sepenuhnya harus mendapatkan rekomendasi dari CV Mutiara Bumi.

“Dalam perjanjian kerja dengan Bank Sinar Mas, kami bertindak sebagai avails, yang bertanggungjawab terhadap seluruh pinjaman petani. Petani dapat pinjaman dari sinar mas berdasar penilaian kami. Jika tidak ada rekomendasi dan sertifikat, maka pinjaman bantuan modal kerja tidak akan disetujui,” kata dia.

Mengenai sistem pembayaran, menurut Hesti, dilakukan setelah masa panen.

“Sistem pembayaran, gabah kami beli dengan harga pasar. Hasilnya kemudian dipotong pinjaman moda kerja yang telah diberikan. Yang jelas, kami menjamin, harga gabah, disesuaikan dengan harga pasar, sehingga para petani tidak rugi,” pungkasnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More