Rekomendasi

BI Siapkan 5,4 Triliun untuk Penukaran Uang

Kamis, 16 Mei 2019 : 22.05
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sebanyak 12 bank dan 1 pegadaian, ditunjuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, akan melayani masyarakat Karanganyar yang akan menukarkan uang lama dengan pecahan baru.

Ke 12 bank dan lembaga keuangan Karanganyar yang ditunjuk tersebut, masing-masing, Bank Jateng, Bank Mandiri, BTPN, BRI, BNI dan Bank JTrust cabang Karanganyar.

Kemudian lima Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yakni Bank Daerah Karanganyar, BPR Lawu Artha, BPR Trihasta Prasodjo, BPR Bank Karanganyar dan BPR Citra Dewi. Pegadaian Cabang Karanganyar juga ditunjuk sebagai tempat penukaran uang baru.

Hal tersebut dikatakan Penyelia Perkasan KPw BI Solo Andi Rahmat, kepada hariankota.com serta awak media lain, Kamis (16/05/2019).

Andi Rahmat mengatakan, BI menyiapkan uang baru senilai Rp 5,4 triliun untuk keperluan penukaran mata uang baru untuk wilayah Solo Raya. Menurutnya, untuk wilayah Solo Raya sebanyak 150 titik yang melayani penukaran uang, mulai 13 Mei 2019 hingga 29 Mei 2019.

“Untuk Karanganyar, ada 12 bank yang bisa melayani penukaran uang baru, dan satu pegadaian. Nilai uang yang bisa ditukarkan dibatasi maksimal Rp 4,4 juta per orang, dengan pecahan Rp 2 ribu sampai Rp 20 ribu,” ujarnya.

Dijelaskannya, setiap lembaga keuangan, mendapat alokasi Rp 440 juta mata uang baru per hari, selama masa penukaran. Rencananya, pada 23 Mei mendatang, KPBI Solo akan menggelar layanan penukaran uang secara terbuka, di halaman Kantor Bupati Karanganyar.

Sedangkan pada tanaggal 27-29 Mei 2019, KPw BI Solo akan melayani penukaran uang bersama di kawasan Benteng Vastenburg Solo. "Pada tanggal 27-29 Mei 2019 merupakan puncak penukaran uang se-Solo Raya, yang dipusatkan di Benteng Vastenburg, dengan target jumlah penukara 1.100 orang per hari," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu di bumi Intanpari. Hal tersebut didkatakan Kapolres, usai buka bersama anak yatim di Pondok Pesantren Ilyas, Rabu (15/05/2019).

Menurut Kapolres, memasuki minggu kedua bulan Ramadhan, belum ada laporan tentang peredaran uang palsu di Karanganyar. Meski demikian, Kapolres selalu mengingatkan agar terus meningkatkan kewaspdaan terhadap peredaran uang palsu yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sampai saat ini, belum ada laporan peredaran uang palsu. Meski demikian, kita himbau masyarakat untuk tetap hati-hati saat melakukan transaksi, terutama para pedagang. Selain itu, kita juga melakukan patrol memantau hal ini. Jika memang masyarakat menemukan ada indikasi peredaran uang palsu, segera laporkan untuk segera diambil tindakan hukum,” ujarnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More