Rekomendasi

Caleg Gerindra Solo Jalani Sidang Perdana Pelanggaran Pidana Pemilu

Kamis, 02 Mei 2019 : 20.51
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo menggelar sidang perdana perkara tindak pidana pelanggaran pemilu dengan terdakwa salah satu caleg DPR RI dapil V Jateng dari Partai Gerindra dengan inisial NR.

Pantauan hariankota.com, pada sidang perdana, yang dipimpin hakim PN Sukoharjo, Indriani dengan 2 hakim anggota, NR yang duduk di kursi pesakitan didampingi kuasa hukum dari Tim LBH Fortuna Sukoharjo, dipimpin Ratno Agustyo Utomo disertai 4 anggota.

NR yang juga menjabat Sekretaris DPC Partai Gerindra Solo ini didakwa melakukan pelanggaran pidana kampanye ditempat ibadah, di sebuah masjid yang berlokasi di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo beberapa waktu lalu saat masa kampanye.

Kepada awak media, usai sidang NR mengatakan, kehadirannya dalam sidang adalah untuk menunjukan sebagai warga negara yang baik, kooperatif mengikuti proses.

"Biar kuasa hukum saya saja yang menjelaskan," katanya sambil menunjuk Ratno, kuasa hukum yang mendampinginya, Kamis (2/5/2019).

Menurut Ratno, pada sidang perdana yang berjalan singkat tersebut, tahapannya baru membacakan dakwaan. Dari dakwaan yang ada, dihadapan majelis hakim, NR sepakat tidak melakukan eksepsi (keberatan-Red).

"Kami melihat dalam pembacaan dakwaan tadi menyangkut fakta-fakta yang ada, tapi latar belakang terjadinya pokok dakwaan belum diungkapkan," ujarnya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Rohmad Basuki menyampaikan, NR dijerat pasal tentang pelanggaran undang-undang pemilu pasal 521 tentang setiap pelaksana, peserta dan atau tim kampanye yang dengan sengaja melanggar larangan kampanye seperti yang dimaksud pasal 280 ayat 1.

"Pasal yang dikenakan pasal 280 ayat 1 huruf h dam j tentang larangan kampanye ditempat ibadah dan money politik," kata Rohmad yang hadir di PN Sukoharjo didampingi Komisioner Bawaslu Sukoharjo lainnya dari Divisi Penyelesaian Sengketa, Eko Budiyanto.

Sesuai PKPU, Rohmad mengatakan, proses sidang akan berlangsung maksimal dalam dua minggu. Dan, Bawaslu Sukoharjo untuk sidang selanjutnya akan menyiapkan 8 orang saksi, salah satunya saksi ahli untuk menguatkan dakwaan.

"Dalam kasus ini NR terancam kurungan penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More