Rekomendasi

Dapat Mandat Jadi Saksi Parpol, Pria Ini Malah Ngembat Handphone Staf Bawaslu

Rabu, 29 Mei 2019 : 23.15
Published by Hariankota
BOYOLALI - Pria berinisial MF (29) warga Dukuh Dampit, Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, Boyolali ini, terpaksa harus berlebaran di tahanan setelah dibekuk polisi karena nekat mengambil handphone saat dipercaya menjadi saksi salah satu partai politik.

Bermula saat dia mendapat mandat dari parpolnya untuk menjadi saksi dalam rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Boyolali di gedung pertemuan Sasono Wiguno (Semar Resto), Mojosongo, Boyolali pada Kamis (2/5/2019) lalu.

Melihat sebuah handphone diatas meja yang ditinggal pemiliknya ke toilet untuk cuci tangan, MF tanpa berpikir panjang langsung mengambilnya. Alih - alih mengamankan untuk kemudian dikembalikan kepada sang pemilik.

Handphone merk Xiomi Redmi 5A seharga Rp 1,5 juta ini justru kemudian dibawanya pulang. Betapa kagetnya sang pemilik begitu kembali ke tempat duduknya semula, tak menjumpai lagi handhone yang ditaruhnya.

Kebingungan mencari tanpa ada tanda - tanda bakal menemukan kembali, akhirnya Ika Listiyanto (32) sang pemilik handphone yang juga staf Bawaslu Boyolali ini melapor ke Polres Boyolali.

Mendapat laporan tersebut, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Boyolali lantas menindaklanjuti melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pelapor dan beberapa saksi - saksi di lapangan.

Hasilnya, tak butuh waktu lama, MF yang mengaku tergiur mencuri handphone lantaran terdesak kebutuhan membayar angsuran sepeda motor ini dapat di tangkap tanpa perlawanan oleh Team Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali. Dihadapan petugas saat diperikasa, dia mengakui perbuatannya.

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat merilis tersangka MF beserta barang bukti usai buka puasa bersama hariankota.com dan awak media lain di Mapolres, Rabu (29/5/2019) petang menyampaikan, tersangka MF mengaku menjual handphone hasil curian kepada saudaranya dengan harga Rp 500 ribu.

"Jadi begitu diambil, handphone itu disimpan terlebih dahulu, menunggu sampai penghitungan suara selesai. Setelah penghitungan suara selesai kemudian dibawa pulang. Baru 2 minggu kemudian handphone dijual kepada saudaranya sendiri atau keponakannya," papar Kapolres didampingi Kasat Reskrim, Iptu Mulyanto.

Atas perbuatannya, MF dijerat dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 250 ribu.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :