Rekomendasi

Datangi Bawaslu, Ratusan Massa Sampaikan Petisi Dugaan Penyelanggara Pemilu Tak Netral

Jumat, 10 Mei 2019 : 16.24
Published by Hariankota
SOLO - Selembar petisi tentang carut marutnya penyelenggaraan Pemilu 2019 dibacakan dalam aksi damai yang digelar ratusan massa dari Gabungan Presidium Rakyat Bergerak (GAPRAK) di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Jum'at (10/5/2019).

Edi Lukito selaku Ketua GAPRAK melalui petisi yang ditanda tanganinya menyampaikan, pihaknya menduga penyelenggaraan Pemilu 2019 telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, masif dan brutal.

"Sangat jelas dan nyata bahwa dalam prosesnya terindikasi ada upaya dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menguntungkan koalisi petahana atau paslon capres - cawapres nomor urut 01," sebutnya.

Indikasi kecurangan tersebut antara lain, adanya Daftar Pemilih Bermasalah (DPT) dimana jumlahnya mencapai 17,5 juta data pemilih. terdapat 6,5 juta pemilih yang tidak mendapatkan formulir C6 (undangan mencoblos).

"Banyak surat suara yang telah tercoblos untuk paslon 01. Kemudian, kejadian pencoblosan yang dilakukan oleh petugas KPPS. Penyimpanan surat suara tanpa segel atau tidak sesuai perintah Undang - Undang Pemilu," kata Edi.

Dalam aksi damai dengan penjagaan ketat aparat keamanan ini, secara bergantian disampaikan orasi oleh beberapa tokoh dari atas truk yang dijadikan sebagai kendaraan komando, lengkap dengan penggeras suaranya.

"Saat ini rekapitulasi perolehan suara banyak terjadi kesalahan input, dalihnya human error, bukan manipulasi," seru seorang orator dari atas truk komando.

Selain itu, keprihatinan mendalam juga disampaikan peserta aksi atas banyaknya korban meninggal dunia, baik dari petugas KPPS, Panwas dan anggota Polisi akibat kelelahan saat bertugas selama pelaksanaan pemilu April lalu.

Berkaitan dengan hal tersebut, juru bicara GAPRAK, Endro Sudarsono kepada hariankota.com mengatakan, melalui petisi dalam aksi damai ini GAPRAK menolak pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU.

"Dan, kami minta supaya pelaku kecurangan pemilu diadili. Bentuk tim pencari fakta atas meninggalnya 554 petugas KPPS, Panwas dan Polisi," ujarnya.

Endro pun menegaskan bahwa petisi yang disampaikan melalui aksi damai di depan kantor Bawaslu Solo semata - mata untuk membela kepentingan dan hak - hak rakyat seluruh Indonesia.

Jurnalis; Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More