Rekomendasi

Desak Rekonsiliasi Nasional, Aktivis PMII Turun ke Jalan

Sabtu, 25 Mei 2019 : 22.39
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mensikapi dinamika politik yang berkembang pasca pengumuman Pemilu oleh KPU RI, seratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sukoharjo menggelar aksi turun ke jalan mendesak kepada seluruh elit politik khususnya Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto segera melakukan pertemuan rekonsiliasi.

Dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polsek Kartasura dan Polres Sukoharjo, beberapa perwakilan peserta aksi melalui orasi yang disampaikan menyatakan, pasca pengumuman KPU, kondisi kehidupan masyarakat saat ini dihantui ketakutan dan keresahan mengingat maraknya gelombang protes yang menjurus pada perbuatan anarki.

"Rekonsiliasi sangat mendesak untuk dilakukan. Jangan sampai masyarakat jadi terpecah dan terprovokasi. Kita bisa lihat itu semua di medsos. Banyak informasi - informasi yang beredar makin membuat masyarakat resah," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Sukoharjo, Syafrudin kepada hariankota.com disela aksi yang berlangsung di bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (25/5/2019) sore, menjelang berbuka puasa.

Menurutnya, melalui aksi ini pihaknya meminta Jokowi dan Prabowo harus segera bertemu untuk mencegah potensi perpecahan masyarakat. Dengan pertemuan itu, diharapkan seluruh rakyat Indonesia bisa menyatu kembali.

"Aksi turun ke jalan ini merupakan upaya terakhir kami untuk mendesak segera dilakukannya pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Namun kalau sampai pertemuan itu tak juga terlaksana ya sudah, maka masyarakat akan terus hidup dalam ketakutan dan keresahan. Ini jelas merugikan," tegasnya.

Namun begitu, Syafrudin mengatakan tidak akan menyerah untuk mengajak kepada seluruh aktivis kampus bersama - sama memperjuangkan tatanan kehidupan yang lebih baik pasca kontestasi Pemilu 2019.

"Kami akan terus melakukan upaya - upaya menyuarakan pentingnya rekonsiliasi, baik dengan turun ke jalan maupun melalui forum - forum diskusi," ujarnya.

Usai berorasi dan menyanyikan lagu - lagu penyemangat aksi, sekira pukul 17.30 WIB aksi pun berakhir seiring terdengarnya suara Azan Magrib. Mereka dalam kesempatan ini juga membagi - bagikan takjil puasa kepada para pengguna jalan yang kebetulan melintas.

Kapolsek Kartasura AKP Sarwoko, mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menyampaikan, secara umum aksi penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan mahasiswa berjalan tertib.

"Untuk pengamanan sore ini, kami menurunkan sebanyak 75 personil, terdiri Satuan Lantas, Sabhara, dan satuan lain gabungan dari Polsek dan Polres," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :