Rekomendasi

Dien Syamsudin: Ratusan Petugas KPPS Pemilu Meninggal Dunia Adalah Tragedi

Selasa, 14 Mei 2019 : 10.33
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Mantan Ketua PP Muhammadiyah periode 2005 - 2015, Dien Syamsudin mengatakan, peristiwa meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu 2019 merupakan tragedi kemanusiaan.

"Terhadap peristiwa tersebut merupakan kejadian luar biasa, juga merupakan tragedi kemanusiaan. Karena terjadi secara beruntun dalam jumlah banyak, bahkan masif dan tragis," katanya, usai menjadi pembicara Tablig Akbar di Masjid Hj Sudalmiyah Rais kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kepada hariankota.com dan awak media lain, Dien menjelaskan bahwa disebutnya tragis, karena kejadian melayangnya ratusan nyawa petugas KPPS seolah - olah hanya dianggap peristiwa biasa.

Dien yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat menghimbau, kepada seluruh komponen bangsa agar ada investigasi, mengingat kejadian itu merupakan masalah besar dalam tatanan kehidupan dan sejarah kebangsaan Indonesia.

Sebagai umat beragama, apalagi umat Islam, Dien mengingatkan bahwa peristiwa itu tidak boleh diabaikan dan dibiarkan berlalu begitu saja.

"Bahwa itu persoalan takdir kematian memang iya. Tapi mengapa takdir itu datang menjemput. Ada bagian dari ulah manusia," ucap Dien didampingi Rektor UMS Sofyan Anif.

Atas peristiwa tersebut, Dien mengungkap telah membentuk sebuah gerakan dengan dirinya sebagai ketua pengarah yaitu, Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 dengan beranggotakan tokoh - tokoh dan warga masyarakat didalamnya.

Dalam gerakan ini sekaligus juga dibentuk tim gabungan pencari fakta.

"Alhamdulillah, kami sekarang (sudah) mendapatkan mandat dari (beberapa) keluarga korban. Jadi, saya kira pemerintah harus berbicara apa yang terjadi. KPU, karena merupakan bawahannya, jajarannya harus berbicara.

Tidak mungkin ada seorang komisioner kok mengatakan, mengapa ya kasus kematian (petugas KPPS) ini dipersoalkan. Ini membuka peluang dan dugaan serta kecurigaan. Orang yang berkata demikian itu biasanya secara psikologis orang yang bersalah," ujarnya.

Pesta demokrasi Pemilu 2019, menurut pendapat Dien telah membawa bangsa Indonesia terbelah. Fenomena itu bahkan telah merambah hingga kedalam tubuh organisasi - organisasi kemasyarakatan.

"Ini penyebabnya tiada lain karena sistem yang kita pilih. Demokrasi yang kita terapkan itu sebenarnya bertentangan dengan sila ke 4 dalam pancasila itu sendiri yakni, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More