Rekomendasi

Do'a Bersama, Relawan Jokowi Sepakat Petugas KPPS yang Meninggal Adalah Pahlawan Demokrasi

Jumat, 10 Mei 2019 : 00.37
Published by Hariankota
SOLO - Prihatin banyak petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang meninggal dunia akibat kelelahan saat menjalankan tugas dalam Pemilu 2019, ratusan relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar aksi do'a bersama, Kamis (9/5/2019) malam.

Pantuan hariankota.com, dengan menggenakan seragam busana putih, ratusan relawan ini usai menyalakan lilin, kemudian melakukan Tahlil dan Dzikir dipimpin seorang ustad di halaman gedung pertemuan Graha Saba Buana milik keluarga Presiden Jokowi.

Salah satu koordinator acara, Sih Wiryadi, Ketua kelompok relawan Rest Area Jokowi mengatakan, melalui aksi do’a bersama pihaknya berharap agar kedepan dalam penyelenggaraan pemilu ada seleksi ketat dalam memilih petugas KPPS.

"Melalui acara ini, kami mendo'akan agar arwah petugas KPPS yang meninggal diterima disisi Allah, dan bagi keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," kata Sih.

Menurut Sih, para petugas KPPS yang meninggal dunia sangat layak disebut sebagai pahlawan demokrasi. Mereka diyakini telah bertugas tanpa pamrih demi terlaksananya pemilu.

"Kami sepakat bahwa petugas KPPS yang meninggal adalah pahlawan demokrasi. Dan sebagai bahan evaluasi, kedepan harus ada seleksi ketat terhadap petugas KPPS. Maksimal usianya 50 tahun," katanya.

Seperti disebutkan Sih, dari ratusan petugas KPPS di seluruh Indonesia yang meninggal dunia, sedikitnya 5 diantaranya adalah warga Kota Solo.

Turut hadir dalam aksi, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi -Ma’ruf, Her Suprabu, dan perwakilan relawan lainnya, yakni, Priyayi Solo Pro Jokowi, serta perwakilan Komunitas Sahabat Jokowi.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More