Rekomendasi

Inovasi Era 4.0, Gadget Jadi Media Pembelajaran Siswa

Jumat, 03 Mei 2019 : 22.30
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Puluhan kelompok peserta terdiri seratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo saling adu karya dalam lomba inovasi membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital era 4.0.

Berawal dari pengamatan dilapangan, bahwa saat ini teknologi gadget atau smartphone sudah tak asing bagi siswa SMA/SMK. Dari pengamatan itu, terbersit gagasan memanfaatkan teknologi multimedia dalam gadget tersebut menjadi media pembelajaran dengan gelar pameran dan lomba antar mahasiswa FKIP.

"Ini (lomba) sudah periode keempat, dimana sudah menjadi tradisi tiap memperingati hari pendidikan nasional. Kali ini, yang dilombakan adalah membuat suatu inovasi pembelajaran berbasisi multimedia di era 4.0," terang Dewi Kusumaningsih selaku Ketua Panitia kepada hariankota.com disela pelaksanaan lomba di auditorium kampus setempat, Jum'at (3/5/2019).

Menurut Dewi, tujuan diselenggarkannya lomba agar para mahasiswa calon guru dapat menggali potensinya membuat media pembelajaran memanfaatkan teknologi Informasi dan Teknologi (IT) seiring berkembangnya penggunaan gadget di kalangan siswa SMA/SMK.

"Harapannya, dengan aplikasi yang canggih dan bisa masuk ke masing - masing gadget siswa, maka nantinya para guru akan terbantu dengan proses pembelajaran yang menyenangkan," ujarnya.

Selain itu, melalui lomba ini kualitas sumber daya para mahasiswa dikatakan Dewi juga akan ikut terdongkrak, termasuk didalamnya para dosen pembimbing, dimana ini sesuai ekspektasi yang diinginkan oleh pihak kampus.

"Dan ternyata dari lomba ini seperti disampaikan Rektor, kami bisa memenuhi harapan (ekspektasi-Red) itu," katanya.

Sementara, Rektor UVBN Sukoharjo, Ali Mursyid menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan lomba yang sudah merupakan tradisi kampus setiap tahun dengan selalu membuat terobosan dan berinovasi sesuai sasaran lomba, Yakni, untuk selalu mengikuti perkembangan jaman.

"Yang disasar paling utama, tentu adalah kesiapan mahasiswa ketika lulus nanti. Bahwa nanti ditempat pekerjaannya pasti butuh (media pembelajaran yang inovatif) ini. Nah, biasanya kan butuh dirangsang. Kalau hanya sekedar tugas, mungkin semangat membuatnya berbeda ketika dikemas dalam bentuk lomba," ucap Rektor.

Dari lomba ini kata Rektor, diharapkan akan ada output dan outcome secara kelembagaan. Dimana output yang dimaksud adalah diakuinya hasil inovasi mahasiswa oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Kemenristekdikti.

"Nanti kalau sudah kami bantu sampai Kemenristekdikti dan mendapat pengakuan, maka ini akan menjadi output bagi kampus, bisa juga menjadi outputnya program studi (prodi), dan output bagi pribadi - pribadi yang tercantum dalam HKI tersebut," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More