Rekomendasi

Kasus Pelanggaran Pidana Kampanye, Caleg Gerindra Keberatan Dituntut 5 Bulan Penjara

Selasa, 07 Mei 2019 : 19.21
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Sidang kasus pelanggaran pidana kampanye dengan terdakwa NR seorang caleg DPR RI dapil V Jateng dari Partai Gerindra memasuki babak pembacaan tuntutan.

Pantauan hariankota.com di PN Sukoharjo, Selasa (7/5/2019), NR yang hadir dalam sidang oleh Jaksa penuntut umum, Risza Kusuma dan Nanang Priyanto dinyatakan terbukti melanggar pasal 521 Junto Pasal 280 ayat 1 poin h.

NR yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Solo ini terbukti melakukan pelanggaran pada awal Maret lalu, berkampanye di dalam masjid Baitus Syukur di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo.

"Terdakwa dituntut hukuman 5 bulan penjara dan denda sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan," kata Risza dalam tuntutannya.

Atas tuntutan tersebut Kuasa Hukum NR, Ratno Agustio Hoetomo dari LBH Fortuna Sukoharjo menilai tuntutan tersebut terlalu tinggi, menurutnya JPU dinilai tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

"Terdakwa baru saja melahirkan, kami harap Majelis Hakim mempertimbangkan hal tersebut," ujarnya.

Selain itu, kata Ratno, ada fakta dipersidangan yang harus dipertimbangkan, bahwa penentuan lokasi kampanye yang semula direncanakan di aula kemudian dipindah ke masjid, tanpa sepengetahuan kliennya (NR).

"Untuk itu, kami sudah menyiapkan pledoi," kata Ratno.

Sementara Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Penindakan Pelanggaran, Rochmad Basuki menyampaikan, dari proses persidangan kasus ini, tuntutan terhadap NR telah memenuhi unsur pelanggaran kampanye di tempat ibadah.

"Yang bisa dibuktikan pelanggaran kampanye di rumah ibadah. Untuk money politik tidak terbukti," tandas Rochmad kepada awak media usai persidangan.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More