Rekomendasi

Kepala BPKH Resmikan Klinik Ummat Hasil Kerja Sama SOLOPEDULI di Sukoharjo

Sabtu, 18 Mei 2019 : 20.53
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu meresmikan operasional Klinik Ummat hasil kerja sama dengan yayasan SOLOPEDULI di Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/5/2019).

Pembangunan klinik kesehatan yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi ini disebutkan merupakan salah satu bagian dari tujuan dibentuknya BPKH yakni, untuk mengelola dana haji agar dapat memberikan kemaslahatan bagi umat atau masyarakat.

“Tujuan BPKH yang pertama tentu adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. kedua, rasionalitas dan efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan yang ketiga kemaslahatan umat," terang Anggito kepada hariankota.com dan awak media lain.

Didampingi Direktur Utama SOLOPEDULI, Sidik Anshori, beserta tim, Anggito melakukan tinjauan ke berbagai fasilitas diantaranya kamar perawatan bagi ibu pasca melahirkan, kamar perawatan bagi pasien umum, ruang Instansi Gawat Darurat ( IGD) den fasilitas lainnya.

Dijelaskan oleh Anggito, dana haji yang ada saat ini dikembangkan melalui dua cara. Pengembangan melalui penempatan di bank, serta melalui investasi untuk menghasilkan nilai manfaat.

"Manfaat itu selanjutnya digunakan untuk mensubsidi yang berangkat ibadah haji dan juga yang menunggu berangkat ibadah haji. Jadi yang menunggu pun diberi manfaat yang dimasukkan langsung dalam virtual account masing-masing,” jelasnya.

Disebutkan, total biaya haji secara real saat ini sebenarnya mencapai Rp. 70 jutaan. Namun dengan subsidi dari hasil pengembangan dana haji, jamaah hanya perlu membayarkan biaya sekira Rp. 35 juta.

“Kekurangannya kemudian istilahnya disubsidi dari hasil pengembangan dana haji,” ungkapnya.

Ditegaskan, pengembangan dana haji melalui cara investasi adalah dengan investasi yang berkaitan dengan kegiatan ibadah haji. Investasi katering untuk jemaah haji, pemondokan jemaah haji, bisa juga investasi untuk pesawat, dan lain-lain. Bukan investasi untuk pembangunan infrastruktur.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :