Rekomendasi

Ketum Muhammadiyah Minta Semua Pihak Patuhi KPU Terkait Hasil Pemilu

Sabtu, 18 Mei 2019 : 20.45
Published by Hariankota
MALANG - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak kembali bersatu pasca Pemilu dan menyerahkan proses Pemilu sebagaimana konstitusi yang ada.

Hal ini disampaikannya saat mengisi Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu sore (18/5/2019).

"Sikap resmi Muhammadiyah berlaku di seluruh tanah air pada tgl 18 april (setelah Pemilu) lalu mengajak semua warga negara dan komponen bangsa berpijak di atas hukum dan konstitusi," ujar Haedar.

Haedar juga menyebut Pemilu merupakan proses yang normal langsung di Indonesia dan berjalan dalam 5 tahun sekali.

"Pemilu itu normal berulang setiap 5 tahun sekali, artinya berulang tetap tetapi membangun bangsa dan negara. Dari pemilu itu jangan sampai membuat retak yang selama ini menjadi kekuatan dan sumbangan umat islam bagi bangsa ini," terangnya.

Ia juga meminta untuk semua pihak untuk menaati keputusan KPU, termasuk bagi menderita kekalahan di Pemilu 2019 lalu.

"Harus nerima yang diputuskan KPU bagi yang tidak puas, ada kesalahan bahkan kecurangan bawalah ke ranah hukum agar semuanya transparan dan tentu kita harus kawal juga," bebernya.

Bahkan Haedar mengingatkan aparat penegak hukum tetap berlaku adil dan menegakkan hukum sebaik mungkin, sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang ada.

"Indonesia negara hukum berarti menyelesaikan harus lewat hukum dan para penegak hukum juga harus adil dan penegakan dengan penegakan hukum dengan sebaiknya," tukasnya.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Jumali

Share this Article :