Rekomendasi

Lewat Video, SBY Ungkap AHY di Bully Habis-habisan Usai Bertemu Jokowi

Selasa, 28 Mei 2019 : 16.41
Published by Hariankota
JAKARTA - Lewat siaran rekaman video, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dibully pihak tertentu. Bully tersebut didapat AHY, lanjut SBY, setelah pertemuan putra sulungnya itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Setelah pertemuan itu, saya tahu AHY ‘dibully’ dengan kata-kata yang sadis & kejam mungkin itu cara Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT untuk menguji & menggembleng seseorang yang baru masuk dunia politik dari materi serangan yang dialamatkan kepada kita, Partai Demokrat.

Sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal,” kata SBY dalam video yang diputar pada acara buka bersama kalangan PD di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jaksel.

Menurut SBY tak masalah jika ada sejumlah pihak yang mempunyai prinsip tidak akan berkomunikasi dan terus menyulut api permusuhan terkait Pemilu 2019.

Namun, kata SBY, prinsip itu jangan dipaksakan kepada Demokrat, sebab partai berlambang mirip logo Mercy itu meyakini politik tak harus memecah persaudaraan.

“Di situlah perbedaan antara kita dengan pihak tertentu itu memang ada yang bersikap, bahwa adalah tabu dan dilarang keras pihak ’02’ berkomunikasi dengan pihak ’01’, atau sebaliknya,” katanya.

Barangkali, lanjutnya, bahkan ada yang bersumpah tak akan berkomunikasi dan berkawan selamanya barangkali pula dendam, kebencian dan permusuhan yang membara dalam Pemilu 2019 ini harus dipertahankan selamanya, SBY mempersilan kalau ada yang punya prinsip dan sikap seperti itu.

“Tetapi jangan atur dan paksa Partai Demokrat harus mengikutinya kami berprinsip, dalam kompetisi memang ihtiar dan perjuangan untuk menang harus kita lakukan sekuat tenaga, namun setelah selesai ya selesai tak berarti kita harus putus hubungan selamanya,” sambung dia.

Mentan Presiden periode 2004-2014 itu kemudian menjelaskan awal mula pertemuan AHY dan Jokowi di Istana. Menurut SBY, AHY dihubungi oleh Mensesneg Pratikno tentang keinginan Jokowi untuk bertemu.

Menurutnya, sebagai warga negara yang menghormati pemimpinnya tentu tidak ada alasan bagi AHY untuk tidak memenuhi permintaan beliau apalagi disampaikan bahwa materi yang dibahas adalah berkaitan dengan permasalahan bangsa dan negara.

Tokoh asal Pacitan itu menegaskan pertemuan AHY dan Jokowi tak membahas Pemilu 2019. AHY juga datang ke Istana, sambung AHY, tidak dalam kapasitas sebagai perwakilan Partai Demokrat dan kubu paslon 02.

“Sama sekali tak terkait dengan silang pendapat penghitungan suara oleh KPU dan satu lagi, dalam pertemuan itu AHY tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan juga tak merepresentasikan kubu capres Prabowo Subianto,” ujar dia.

SBY mengaku diberitahu oleh AHY dua hari sebelum pertemuan. SBY mengamini niat AHY untuk memenuhi permintaan Jokowi untuk bertemu. Selain itu, SBY juga menegaskan pertemuan itu tidak membahas jabatan di pemerintahan.

“Setelah pertemuan berlangsung AHY menyampaikan kepada saya bahwa substansi yang dibicarakan baik tak ada kaitannya dengan jabatan dan kursi di pemerintahan apapun dalam pertemuan itu juga disampaikan, harapan presiden Jokowi untuk memelihara komunikasi dengan saya,” katanya.

Jurnalis: Gunadi

Editor: Jumali

Share this Article :