Rekomendasi

Masih Konflik, Dewan Adat Keraton Solo Tak Permasalahkan Kelompok Lain Gelar Kirab Malem Selikuran

Kamis, 23 Mei 2019 : 20.42
Published by Hariankota
SOLO - Belum menyatunya kembali keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berimbas pada pelaksanaan tradisi Kirab Malem Selikuran bulan Ramadan atau dikenal dengan Kirab Ting (lampu minyak tradisional) yang bakal digelar oleh dua kelompok dengan sama - sama berakhir di Masjid Agung.

Seperti diungkap oleh Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Dewan Adat Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi saat berbincang dengan hariankota.comdan awak media lain, Rabu (22/5/2019) malam, bahwa kegiatan kirab adat yang rutin dilaksanakan tiap malam ke-21 Ramadan ini akan ada kelompok lain yang juga bakal menggelar kirab dengan finish sama - sama di Masjid Agung.

"Bagi kami, itu tidak ada masalah. Yang jelas kami ingin mengembalikan tradisi kirab malem selikuran ini ke ruh aslinya yakni, dengan rute kirab berakhir di Masjid Agung sesuai sejarahnya sebelum dulu dipindahkan ke Sriwedari oleh Pakubuwono X," terangnya.

Diakui Wirabhumi, dimasa PB X kirab malem selikuran rutenya memang dibuat berakhir di Sriwedari dengan tujuan untuk menyemarakan kegiatan pasar malam Ramadan yang dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan Maleman Sriwedari.

"Karena sekarang di Sriwedari tidak ada maleman, makanya dikembalikan lagi kirab berakhir di Masjid Agung. Sementara pihak lain justru tetap mengadakan dengan finish di Sriwedari. Nah, untuk tahun ini, mereka (pihak lain) juga akan finish di Masjid Agung dengan alasan menunggu selesainya pembangunan masjid di Sriwedari," ujarnya tanpa menyebut siapa pihak lain yang dimaksud.

"Oleh karena itu, kami menyatakan tidak ada masalah. Kedepannya nanti mudah- mudahan bisa bersama - sama, tidak sendiri - sendiri. Kalau sekarang belum bisa bersama, namun kami tetap berharap mudah - mudahan penataan kedepan oleh pemerintah bisa menyatukannya. Intinya kami tidak ingin menambah masalah, yang penting semua berjalan dengan baik," tegasnya.

Menurut Wirabhumi, pihaknya dalam hal ini putra - putri PB XII dan PB XIII beserta ratusan abdi dalem serta sentana akan melaksanakan kirab pada Sabtu (25/5/2019) malam mendatang dimulai dari Kamandungan. Secara teknis disebutkan, rombongan kirab akan mulai berjalan setelah kirab yang digelar kelompok lain selesai, atau sekira pukul 21.30 WIB.

"Rute kirab berjalan mengelilingi kawasan keraton dan berakhir di Masjid Agung," katanya.

Seperti biasanya, peserta kirab terdiri barisan depan adalah pasukan pemain drum band keraton, disusul sekumpulan prajurit, kerabat keraton, dan ratusan abdi dalem. Ada yang menyunggi tandu ancak cantaka sebagai wadah dari 1.000 nasi tumpeng, dan ada juga yang membawa lampion serta lampu ting.

Dalam sejarahnya, lampu ting ini melambangkan malam seribu bulan, karena pada 10 hari terakhir Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu


(Jum)
Share this Article :