Rekomendasi

Pascabanjir dan Longsor Bengkulu, 30 Orang Meninggal Dunia dan 6 Masih Hilang

Rabu, 01 Mei 2019 : 22.33
Published by Hariankota
JAKARTA – Pasca bencana alam yang menimpa Provinsi Bengkulu menyebabkan 30 orang dinyatakan meninggal dunia dan 6 lainnya hilang. Korban meninggal dunia tertinggi teridentifikasi dari Kabupaten Bengkulu Tengah dengan jumlah 24 orang, sedangkan Kota Bengkulu 3 orang dan Kepahiang 3.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima hariankota.com, mengatakan, tim SAR gabungan yang dikoordinir oleh Basarnas memfokuskan pencarian korban hilang di Desa Talang Boseng, Susup dan Kelindang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengidentifikasi korban hilang sebagai berikut, Tumini (60/p), Heri Hartanto (45) Halidin (45/, Kanelo, Yananan dan seorang anak. Bencana ini juga menyebabkan 2 orang luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

"BPBD Provinsi Bengkulu masih melakukan upaya penanganan darurat seperti pelayanan kesehatan dan distribusi logistik, seperti ke Desa Taba Penyengat, Susup dan Kelindang," jelas Sutopo, Rabu (1/5/2019).

BPBD provinsi,ungkap Sutopo, melaporkan pengungsian di Kecamatan Air Napal sejumlah 200 jiwa dan Kecamatan Bang Haji di Desa Genting dengan 417 jiwa. "BPBD dan dinas terkait terus memberikan pelayanan pengungsi di kecamatan tersebut," paparnya

Banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sektor seperti pemukiman, pendidikan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan infrastruktur publik.

Sementara ini, sejumlah 554 unit rumah rusak berat (RB), 160 rusak sedang, dan 511 rusak ringan. Berikut ini rincian kerusakan pascabanjir dan longsor, Bengkulu Tengah 28 rumah rusak berat, 16 rumah rusak ringan, 125 rumah terendam.

Seluna 10 rumah Rusak Berat, 30 rusak rungan. Kaur 127 rumah rusak berat, 151 rumah rusak sedang, 406 Rusak Ringan. Kepahiang 388 rumah rusak berat, 37 rumah rusak ringan dan Rejang Lebong 1 rumah rusak berat, 9 rusak sedang dan 22 rumah rusak ringan.

"Sedangkan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Bengkulu, 7 unit rusak berat dan 1 rusak ringan serta 7 terendam lumpur. Kerusakan fasilitas pendidikan terbanyak berada di Kabupaten Bengkulu Tengah, 4 sekolah rusak berat, 1 sekolah rusak ringan dan 4 sekolah terendam. Sedangkan Kaur sekolah 3 sekolah rusak berat dan Kota Bengkulu 3 sekolah terendam," jelasnya.

Pada sektor peternakan sejumlah ternak mati seperti sapi, kerbau, kambing, domba, ayam dan itik dengan jumlah total 857 ekor. Wilayah paling terdampak untuk sektor peternakan berada di Bengkulu Utara dengan total ternak 320 ekor.

Selain itu, sekitar 3.000 hektar lahan pertanian mengalami kerusakan. Rincian kerusakan lahan sebagai berikut sawah 2.648,06 ha, jagung 221,59 ha, kacang hijau tanah 8,25 ha, dan kacang hijau 3,25 ha. Sedangkan sektor perkebunan, sejumlah 775 batang sawit terdampak.

Sementara itu, di sektor infrastruktur, jaringan listrik masih dilakukan perbaikan dengan perkembangan pemulihan mencapai 74,28 persen pada 30 April lalu. BPBD melaporkan gardu distribusi sejumlah 42 unit masih padam dan 2.496 jaringan listrik pelanggan belum menyala.

"Total kerugian sementara hingga hari ini, senilai Rp 144 milyar. Namun jumlah akan terus bertambah karena perkiraan kerugian tersebut menggunakan data sementara," pungkasnya.

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More