Rekomendasi

Pelaku Mutilasi Leher Korban Saat Masih Hidup

Senin, 20 Mei 2019 : 16.34
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota, mengakui bahwa sebelum memotong tubuh, terlebih dahulu memotong leher korbannya dalam kondisi hidup.

"Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memotong leher korban yang masih hidup, darah sempat mengucur ke kaos pelaku. Setelah di potong kepalanya, pelaku melihat kondisi tangan dan kaki korban masih bergerak-gerak sehingga diseret di kamar mandi," terang Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, saat konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

Asfuri menambahkan saat dimasukkan ke kamar mandi dan ditutup, bagian tubuh korban tak cukup dengan ukuran kamar mandi yang kecil. Sehingga oleh pelaku kembali dipotong menjadi beberapa bagian.

"Di masukkan ke kamar mandi tidak cukup ditutup tidak bisa, akhirnya pelaku memotong kaki dan tangan. Setelah dipotong kaki dan tangan dibawa ke tangga sedangkan tubuh korban ditaruh di toilet dan ditutup dengan karung," ungkap Asfuri kembali.

Salah satu bukti bahwa ia memotong tubuh perempuan malang ini di bawah tangga, hal ini ditandai dengan ada ceceran darah cukup banyak. "Ada bukti ceceran darah di bawah tangga ini menandakan bahwa korban pada saat dilakukan pembunuhan masih dalam kondisi hidup, termasuk muncrat ke kaos pelaku," lanjutnya.

Akibat perbuatannya, Sugeng Santoso warga Jodipan ini, diancam dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun. "Pasal 338 pembunuhan dengan ancaman 15 tahun," pungkasnya.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Gunadi

Share this Article :