Rekomendasi

Pemkab Karanganyar Resmi Kirim Surat Pada Presiden Tolak Penutupan Bawah Flyover

Senin, 13 Mei 2019 : 21.56
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pemeritah kabupaten (Pemkab) Karanganyar secara resmi menolak penutupan jalan yang berada di bawah jembatan laying (flyover) Palur yang akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen perkereta apian.

Surat penolakan tersebut telah dikirim kepada presiden Joko Widodo di Istana Negara, dengan tembusan kepada kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dishub PKP), Sundoro, kepada hariankota.com serta awak media lain, Senin (13/05/2019) mengatakan, salah satu petimbanagan penolakan tersebut, karena tidak adanya jalan alternative serta banyaknya pengguna jalan yang menggunakan kendaraan tradisional yang melintas.

“Banyak pengguna jalan yang menggunakan kendaraan tradisional, seperti sepeda, becak. Jika semua naik ke flyover tidak mungkin, karena sangat berbahaya,” kata Sundoro, Senin (13/05/2019).

Alasan lain yang menjadi bahan pertimbangan, lanjut Sundoro, karena jalan tersebut, merupakan jalan provinsi. Jika jalan tersebut ditutup, jelasnya dampaknya samai ke wilayah Surakarta.

“Kalau ditutup, tidak hanya berdampak pada Karanganyar. Dampaknya akan ke Surakarta. Ini bukan semata persoalan Karanganyar, tapi juga berdampak ke Surakarta dan wilayah lain,” tegasnya.

Hal senada dikatakan ketua Komisi C DPRD Karanganyar, Leo Edi Kusumo. Menurutnya, rencana penutupan yang akan dilakukan oleh Kemeneterian perhubungan tersebut, sangat tidak efektif.

"Saya setuju agar tidak ditutup. Tidak semua orang menggunakan flyover,” kata dia. Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian, akan menutup jalan yang berada di bawah jembatan layang.

Penutupan ini dilakukan pemasangan wessel untuk memperlancar perjalanan kereta api. Bakan beberapa waktu lalu, sempat terbentang spanduk penolakan dari warga atas rencana pentupan jalan di bawah jembatan laying tersebut.

Eko Budianto Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, mengungkapkan, bahwa keputusan penutupan tersebut, sepenuhynya kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Ini program pemerintah.Dibeberapa tempat juga ditutup. Penutupan jalan ini, karena stasiun Palur ini sudah dilengkapi dengan jalur ganda, sehingga ke depan, arus lalu lintas kereta api semakin padat.

Agar operasional kereta api lancar, maka dipasang wesel.Pemasangan wesel ini kami yang melakukan, tapi penutupan jalannya adalah kewenangan Kementerian Perhubungan, melalui Dirjen Perkereta Apian,” jelasnya melalui sambungan telepon selular.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More