Rekomendasi

Pernak-Pernik Ramadan, Meraup Untung dari Warung Tiban

Minggu, 12 Mei 2019 : 17.33
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Setiap memasuki Bulan Ramadan, pedagang musiman bermunculan di Karanganyar Kota. Mereka menjajakan makanan dan minuman untuk buka puasa.

Sejumlah lokasi, mulai di atas trotoar hingga gang kampung, dipenuhi para pedagang dadakan ini. Seperti yang terlihat di Jalan Kapten Mulyadi, Dompon, Karanganyar kota ini.

Menurut penuturan pedagang, mereka mulai menggelar dagangannya sejak hari pertama puasa, Senin (6/05/2019) lalu. Setiap sore, mereka dibanjiri warga masyarakat yang hendak membeli makanan persiapan buka puasa.

Aneka kuliner menu buka puasa itupun tinggal mereka pilih, mengingat para pedagang menyajikan dagangannya lengkap. Dari kolak, es buah, hingga nasi sayur dan lauk pauk pun tersaji.

Agus, (27) salah satu pembeli mengatakan, keberadaan para pedagang makanan sangat membantu mereka yang tidak sempat memasak untuk persiapan buka puasa. Dari sisi harga, menurut Agus, cukup terjangkau.

“Pedagang tiban ini sanagat membantu mas. Kita tidk perlu repot lagi. Harganya juga cukup terjangkau,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dewi. Menurutnya, keberadaan pedagang makanan saat ulan puasa ini, sangat membantunya, karena tidak perlu repot lagi untuk memasak untuk berbuka puasa dan masak untuk makan sahur.

“Cukup membantu mas. Kita nggak repot lagi buat masak untuk berbuka puasa. Harganya juga terjangkau,” katanya, Minggu (12/05/2019).

Sementara itu, Ngatmi, salah satu pedagang makanan, kepada harankota.com, mengatakan, selama bulan Ramadan, membuka warung untuk melayani masyarakat yang akan berbuka puasa.

Ngatmi membuka warung mulai jam 10.00 pagi hingga buka puasa.Ngatmi mengaku, dalam sehari, meraup omzet penjulan antara Rp4 juta hingga Rp5 juta.

“Alhamdulillah mas. Ini rezeki di bulan Ramadan,” ujarnya. Utami,salah satu penjual makanan yang membuka warungnya di depan rumah, mengaku membuka warung tiban setiap bulan puasa.

Aneka menu berbuka ia tawarkan kepada pembeli. Hasilnya, menurut Utami, juga cukup lumayan. Dalam sehari, ungkapnya, omset penjualannya mencapai angka Rp3 juta sampai Rp juta.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More