Rekomendasi

Polisi Bantah Terjadi Penculikan Aktivis Mahasiswa

Sabtu, 04 Mei 2019 : 19.19
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Kepolisian masih mendalami aksi vandalisme usai aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2019 lalu dengan memeriksa sejumlah saksi.

Tak hanya itu, polisi juga melakukan klarifikasi adanya kabar burung penangkapan dan penculikan aktivis pasca hari buruh yang sempat beredar.

Isu penculikan aktivis mahasiswa sendiri ini menyebar secara berantai di media sosial sejak Jumat malam hingga Sabtu di beberapa kampus termasuk Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB), dimana 2 orang tersebut menuntut ilmu.

Dua orang aktivis mahasiswa yakni I Gusti Putu Devara Gian Mahendra (21) mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta dan Ahmad Kevin Al Firdaus (22), mahasiswa jurusan Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) asal Lampung, yang sempat diisukan diculik akhirnya memberikan keterangan, bahwa dirinya hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Bersama perwakilan perguruan tinggi kedua kampus yakni Wakil Dekan III Sastra UM Dr Yusuf Hanafi, Kepala Jurusan Antropologi Seni Budaya UB Hipolitus K, dan sejumlah komunitas aktivis peduli Malang melakukan pertemuan klarifikasi di Polres Malang Kota, Sabtu siang (4/5/2019).

Devara mengklafirikasi di hadapan hadirin soal penangkapan dirinya yang viral di media sosial. Bahwa dirinya juga bersedia untuk diperiksa polisi untuk membantu memberikan keterangan.

"Saya berterima kasih kepada polisi, dan tidak benar sebagaimana yang viral bahwa ada penculikan," paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Kevin, bahwa saat ia diamankan polisi telah terjadi kesalahpahaman lantaran usai diamankan polisi ia tak sempat memegangi handphone, karena dimintai keterangan. Dirinya pun kaget saat rekan-rekan aktivis menyebutnya hilang.

"Saya juga kaget setelah dikabarkan diculik polisi. Tidak ada penculikan, saya pribadi memohon maaf kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang dirugikan terkait perkara ini," tegasnya.

Di sisi lain Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menegaskan, tidak ada penculikan aktivis terkait vandalisme pasca peringatan Hari Buruh Internasional.

Menurutnya, penyidik hanya bertugas memintai keterangan saksi terkait vandalisme saat May Day. Kejahatan Vandalisme sebut dia, masuk pasal 488 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Kami jemput mahasiswa tersebut untuk memintai keterangan sebagai saksi dengan diperlakukan humanis. Yang bersangkutan juga kembali kami pulangkan dan kami minta beristirahat di kos mereka," bebernya.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More