Rekomendasi

Polisi Periksa Mahasiswa Terkait Aksi Vandalisme di Demo Hari Buruh

Sabtu, 04 Mei 2019 : 19.11
Published by Hariankota
Polisi Periksa Mahasiswa Terkait Aksi Vandalisme di Demo Hari Buruh (Foto: dok.hariankota/Miadaada}
KOTA MALANG - Pasca viralnya video aksi vandalisme alias corat - coret di Jembatan Splendid usai aksi demonstrasi Hari Buruh Internasional. Perekam dan penggunggah video tersebut dimintai keterangan pihak kepolisian.

I Gusti Putu Devara Gian Mahendra (21), mahasiswa Antropologi Universitas Brawijaya ini dimintai keterangan Jumat pagi hingga Sabtu pagi oleh kepolisian.

Kepada kepolisian Devara mengaku hanya merekam video aksi pencoretan jembatan ini, namun ia tak mengenal dan tak bisa mencegah aksi vandalisme karena para pelaku ini bukan berasal dari komunitasnya.

"Saya ingin mengklarifikasi, saya hanya menggunggah saya tidak terlibat melakukan aksi vandalisme. Saya memiliki otoritas penggunggahan itu. Saya tidak mengenali mereka (yang melakukan vandalisme) dan tidak terlibat.

Saya meminta maaf kalau tindakan saya membuat gaduh masyarakat Kota Malang," ujar Devara saat memberikan klarifikasi di Mapolres Malang Kota, Sabtu (4/5/2019).

Menurutnya, saat aksi vandalisme terjadi ia bersama rekannya Ahmad Kevin Al Firdaus usai aksi di Bundaran Tugu tengah menuju Alun - Alun Kota Malang untuk mengambil sepeda motor.

"Ketika saya pulang dari Balaikota, saya parkir di Alun - Alun karena aksi di awali dari Alun - Alun. Orang - orang ini keluarkan pilok dan melakukan aksinya. Yang dipilok bangunan sebelum jembatan hingga pas jembatan," ungkapnya di hadapan beberapa tokoh komunitas Kota Malang.

Sementara itu saksi mata lainnya, Ahmad Kevin Al Firdaus menyebut bila oknum yang melakukan vandalisme berasal dari komunitas di luar yang ikut berunjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh Internasional.

"Saya tidak kenal dengan orang - orang yang ada di rekaman itu. Saya ada di paling depan. Beberapa kali mereka (pelaku vandalisme) membuka wajah tapi saya tidak kenal dan tidak pernah ketemu sebelumnya. Itu berada di luar aliansi yang melakukan aksi," bebernya.

Di sisi lain Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya memeriksa keduanya lantaran informasi dari masyarakat adanya video vandalisme pasca aksi Hari Buruh Internasional.

"Berbekal informasi dari masyarakat, bisa mengetahui apa yang ada di medsos. Maka kami memintai keterangan Mas dewa dari UB dan Mas Kevin dari UM terkait video vandalisme yang beredar. Yang bersangkutan tidak terlibat hanya ada di lokasi," jelas Komang.

Jurnalis: Miadaada

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More