Rekomendasi

Prihatin Kondisi Demokrasi, Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Refleksi Kemanusiaan

Sabtu, 25 Mei 2019 : 04.17
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Diawali Sholat Gaib berjamaah, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Solo menggelar aksi ditengah jalan, tepatnya depan gapura kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Jum'at (24/5/2019) malam, usai Taraweh.

Ditengah keramaian arus lalu lintas dan penjagaan ketat aparat kepolisian dari Polres Sukoharjo, sekira 50 peserta aksi duduk berdiam diri dengan membentuk formasi lingkaran mengelilingi tiang bendera merah putih, sebuah megaphone yang dimatikan, ditambah puluhan nyala lilin ditengahnya.

Ditemui hariankota.com usai aksi, Ketua IMM Solo, Cahyo Setiawan, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjelaskan, apa yang dilakukannya bersama sejumlah anggota IMM Solo lainnya ini merupakan refleksi terhadap demokrasi nasional (Pemilu-Red) yang berjalan tidak sebagaimana mestinya.

"Bicara soal demokrasi, pertama kami menyoroti soal kemanusiaan. Karena tidak ada demokrasi yang dibangun dengan mengabaikan nilai - nilai kemanusiaan.

Makanya dalam aksi ini kami tidak bersuara (orasi -Red) atau mengangkat TOA (pengeras suara), karena ini sebagai simbol agar demokrasi kita jangan sampai (prosesnya) dicederai oleh hal - hal yang merusak daripada (tujuan)demokrasi itu sendiri," katanya.

Melalui aksi ini IMM Solo berharap kepada semua pihak, entah dari penyelenggara (pemilu), pemerintah ataupun aparat keamanan melakukan pembenahan dan evaluasi tata cara berdemokrasi, dengan harapan agar hal - hal lain yang tidak terlibat didalamnya terhindar menjadi korban.

Melihat proses demokrasi saat ini dinilai berjalan jauh dari harapan, bahkan ujungnya timbul kerusuhan, Cahyo mengatakan, pihaknya sebagai mahasiswa agen perubahan tidak bisa tinggal diam. Setidaknya dengan aksi diam ditengah jalan akan ada perenungan, menggugah kesadaran bersama untuk memperbaiki tatanan demokrasi.

"Terkait unjuk rasa yang berujung anarkis kami tetap tidak sepakat. Karena hal - hal yang berbau kerusuhan dan lain sebagainya itu kan bertentangan dengan Undang - Undang, bertentangan dengan konstitusi. Itu jauh dari yang kami pikirkan," tegasnya.

Sementara Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi yang memimpin langsung pengamanan jalannya aksi, menyampaikan apresiasinya atas berlangsungnya penyampaian pendapat dimuka umum pada malam hari yang dilakukan para mahasiswa berjalan dengan tertib.

"Adik - adik kita ini kan mengajak kepada seluruh elemen untuk kembali kepada fitrahnya demokrasi, dimana didalamnya ada kemanusiaan. Apabila demokrasi itu didalamnya ada tindakan - tindakan anarkis dan kontra produktif tentunya kita semua akan menyesalkan,"tuturnya.

Peserta aksi diam refleksi kemanusiaan untuk demokrasi ini, menurut Kapolres juga mendukung langkah Polri bersama TNI bertindak tegas, menangkap para pelaku kerusuhan pasca pengumuman hasil Pilpres yang disampaikan KPU RI di Jakarta pads 21 Mei lalu.

"Mereka menolak segala bentuk kekerasan. Artinya, aksi ini kami nilai bagus, memberikan semangat, dukungan moral sekaligus do'a kepada seluruh elemen pelaksana pemilu, baik KPU maupun Bawaslu," pungkasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More