Rekomendasi

Sejumlah Elemen Solo Raya Tolak Kekerasan Pasca Pengumuman KPU RI

Minggu, 26 Mei 2019 : 21.34
Published by Hariankota
SOLO - Mensikapi peristiwa kekerasan yang terjadi saat aksi demo di KPU RI dan Bawaslu RI Jakarta pada 21 -22 Mei lalu, seribuan massa yang menamakan diri Elemen Muslim Solo Raya turun ke jalan menggelar unjuk rasa di depan Mapolresta Solo, tepatnya di Jl Adisucipto, Minggu (26/5/2019) sore.

Mereka mengecam atas peristiwa kekerasan tersebut lantaran telah mengakibatkan jatuhnya korban. Tidak hanya orang dewasa, namun disebutkan juga ada anak - anak yang masih dibawah umur, bahkan diantaranya meninggal dunia.

Selain itu, dalam aksi yang dijaga ketat aparat kepolisian Polresta Solo ini, mereka juga mengecam kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan tugas liputan, dan tim medis yang berada dilapangan saat ricuh di Jakarta beberapa hari lalu. Mereka turut terkena imbas menjadi korban.

Melalui sebuah pernyataan sikap bersama, massa yang terdiri DSKS, PA 212, LUIS, Yayasan Al Huda, Mega Bintang, IKADI dan elemen lainnya meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk turun tangan segera mengevaluasi kepemimpinan jajaran kepolisian dan pejabat tinggi lainnya terkait dengan peristiwa yang mereka sebut merupakan Tragedi Kemanusiaan ini.

Salah satu orator, Melani seorang mahasiswi dari Karanganyar, mewakili sesamanya menyatakan prihatin dan ikut berduka atas banyaknya korban Pemilu 2019 pasca pencoblosan hingga pengumuman yang dilaksanakan KPU RI beberapa waktu lalu.

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya ratusan petugas KPPS, dan sejumlah korban lainnya. Negara tidak boleh tinggal diam," ujarnya.

Sementara Ketua Tim Aksi Reaksi Cepat (TARC) Solo Raya, Muhammad Taufiq usai berorasi, kepada hariankota.com mengatakan, aksi dilakukan untuk menuntut keadilan kepada kepolisian agar saat menjalankan tugas dan fungsinya tidak membeda - bedakan dalam menegakkan hukum.

"Sudah menjadi tugas kepolisian untuk melindungi semua warga negara yang ingin menyampaikan aspirasinya, baik yang sepakat maupun yang tidak sepakat," katanya.

Menurut Taufiq terjadinya kericuhan di Jakarta pasca pengumuman hasil suara Pilpres oleh KPU sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, dalam hal ini kepolisian. Oleh karenanya Komnas HAM diminta segera melakukan investigasi.

"Kami akan terus melakukan aksi tiap hari Jum'at dan Minggu sampai Mahkamah Konstitusi (MK) memutus gugatan hasil Pilpres pada 28 Juni nanti. Kepada semua pihak agar tetap mempertahankan NKRI dari intervensi dan invasi asing" tandasnya.

Menutup rangkaian aksi, seiring kumandang Azan Magrib waktunya berbuka puasa, massa aksi kemudian membatalkan puasa dilanjut Sholat berjamaah dijalan dan ditutup makan bersama dengan bekal yang sudah disiapkan oleh sejumlah relawan.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More