Rekomendasi

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Tak Hanya Sasar Generasi Tua, Juga Mulai Merambah Milinia

Sabtu, 04 Mei 2019 : 18.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Anggota DPR RI RInto Subekti mengatakan di era globalisasi dan digital, generasi muda semakin melek gadget dan teknologi. Namun jangan sampai mereka melupakan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Oleh karena itu program sosialisasi empat pilar kebangsaan harus terus dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air. Sosialiasi empat pilar juga harus dilaksanakan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam sosialisasi empat pilar yang digelar pada 24 April 2019, Rinto menekankan terutama pada generasi muda.  Pasalnya harapan bangsa terhadap generasi muda sangat besar.

Sebab, generasi muda saat ini terutama mahasiswa sangat merespon dan mengapresiasi upaya-upaya pemahaman Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).

"Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila harus senantiasa hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai ini jangan sampai pudar," papar Rinto Subekti dalam sosialisasi empat pilar di  Tawangmangu, Karanganyar.

Menurut Rinto, MPR di amanahkan UU untuk melakukan kegiatan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Memberikan pemahaman kepada mahasiswa sangat efektif, sebab jika memahami betul nilai-nilai luhur bangsa maka mereka akan bijak apabila kelak mereka menjadi pejabat publik.

Menurut Rinto, perhatian generasi muda pada nilai-nilai luhur bangsa itu adalah modal dasar munculnya generasi muda yang berkualitas, berkarakter dengan rasa nasionalisme tinggi dan gemar bekerja keras.

"Generasi muda yang berkarakter kebangsaan yang kuat dan pekerja keras akan mampu menjadi penyelamat negara ini termasuk menjadi pimpinan nasional. Generasi muda mahasiswa jangan takut untuk menggapai itu semua, asal bekerja keras maka Insya Allah akan tercapai," katanya.

Menurut Rinto, ideologi Pancasila sudah selesai atau sudah final menjadi dasar negara. Dengan demikian maka keberadaan Pancasila tak perlu dipermasalahkan lagi.

Rinto dalam sosialisasi tersebut memuji Pancasila sebab dalam nilai-nilai Pancasila tak melihat asal usul, warna kulit, dan perbedaan lainnya.

"Lihat saja di luar negeri, masih ada saja sikap membeda-bedakan. Itu semua terjadi karena apa, ya karena mereka tak punya pancasila,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rinto mengajak warga Sambirejo untuk berpikir maju dan terbuka.

Munculnya permasalahan disintegrasi bangsa, kasus rasisme, tawuran, isu-isu yang menyangkut SARA, dan banyak hal lain terjadi akibat mulai luntur dan memudarnya penerapan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara adalah modal utama pembangunan bangsa. Dengan prinsip ini, persatuan dan kesatuan akan tumbuh di negeri Indonesia yang majemuk ini,” papar Rinto.

Rinto menambahkan, Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara merupakan panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.

“Melalui pengamalan nilai-nilai empat pilar diharapkan dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme untuk semakin mencintai dan bisa membangun negeri,” katanya.

Rinto menjelaskan Pancasila merupakan pilar yang pertama dan utama karena merupakan dasar negara Indonesia. Pilar kedua adalah UUD 1945. Dijadikannya UUD 1945 sebagai pilar kedua karena UUD merupakan pedoman bagi setiap pembuatan undang-undang.

“Di dalam UUD 1945 juga terdapat tujuan bangsa serta bagaimana menjalankan sebuah negara yang demokratis sesuai pancasila, katanya.

Pilar ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI dijadikan salah satu pilar kebangsaan karena bangsa kita adalah bangsa yang majemuk. Terakhir adalah Bhineka Tunggal Ika.

Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan dari negara Indonesia yang maknanya adalah walaupun bangsa Indonesia berbeda-beda baik suku, agama, ras, etnis, budaya, serta bahasa, tetapi pada dasarnya tetap satu.

“Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tersebut hadir sebagai landasan dan jalan agar semua tujuan negara dapat tercapai. Hal ini karena tujuan negara berasal dari UUD 1945. Sedangkan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pemersatu dan pancasila hadir sebagai dasar dari ketiga pilar diatas. ,” papar Rinto.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan juga pelajar.

Jurnalis: Nugi Hartanto
Editor: Santi



Share this Article :

Berita Terbaru

Read More