Rekomendasi

Tiga Hari Jelang Puasa, Kebutuhan Pokok Mengalami Kenaikan

Jumat, 03 Mei 2019 : 22.23
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menjelang bulan puasa yang jatuh pada hari Senin (06/05/2019), harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Karanganyar, mengalami kenaikan.

Harga daging ayam yang sebelumnya berada di harga Rp30.000 per kilogram, naik menjadi Rp32.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi, masih stabil di angka Rp105.000 sampai Rp110.000 per kilogram.

“Harga kenaikan ayam naikmnya sedikit mas. Biasanya harga melonjak setu minggu menjelang lebaran,” ujar Mugiyono,pedagang ayam pasar Jungke, Jumat (03/05/2019).

Sementara itu, pantauan hariankota.com di pasar Jungke Karanganyar Kota, Jumat (03/05/2019), harga telur yang sebelumnya Rp20.000 per kilogram, naik menjadi Rp20.500 per kilogram, gula pasir Rp12.000 per kilogram, bawang putih dari Rp50.000 per kilgram, naik menjadi Rp60.000.

Cabai merah keriting Rp16.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp11.500 per kilogram, minyak goreng kemasan, harga bervariasi mulai dari Rp11.000 hingga Rp20.000, harga beras mulai dari Rp9.500 hingga Rp12.000 per kilogram.

“Harga sembako menjelang bulan ramadhan ini, masih cenderung stabil mas. Kalaupun ada kkenaikan hanya komoditas tertentu dan kanaikan juga tidak seberapa,” ujar Joko, salah satu pedagang sembako.

Menurutnya, kenaikan harga sembako ini, mulai terasa satu minggu menjelang lebaran. “Biasanya kenaiakan harga satu minggu sebelum lebaran, karena memang kebutuhan msyarakat semakin meningkat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, Waluyo Dwi Basuki, usai melakukan pemantauan harga sembako bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) serta satuan tugas (satgas) anti mafia pangan, di Pasar Jongke dan Pasar Palur, kepada hariankota.com bersama awak media lain mengatakan, secara umum harga sembako menjelang bulan Ramadhan, masih stabil. Ketersdiaan bahan pokok juga mencukupi dan daya beli masyarakat juga masih stabil.

Dijelaskannya, harga kebutuhan pokok di Karanaganyar, antara satu pasar tradisional dengan pasar tradisional lainnya tidak sama. Hal ini disebabkan karena perbedaan biya distribusi, permintaan konsumen dan ketersediaan bahan pokok.

“Sampai saat ini haraga masih stabil. Ketersediaan bahan pokok juga masih stabil,” terangnya.

Sedangkan mengenai persedaiaan harga Lpg, Waluyo Dwi Basuki, mengatakan, sejumlah agen meminta tambahan quota sebanyak 5 % dari quota yang ada. Penambahan ini, menurutnya, untuk mengantisipasi melinjaknya kebutuhan warga pada saat bulan puasa dan menjelang lebaran.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More