Rekomendasi

Tolak Intimidasi pada KPU, Tokoh Agama di Karanganyar Deklrasi Damai Paska Pemilihan Umum

Minggu, 19 Mei 2019 : 23.20
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Para tokoh agama, organisasi kemasyarakat, serta sejumlah ketua partai politik, mengajak seluruh warga Karanganyar untuk tetap menjaga kondusifitas daerah setelah digelarnya pemilihan umum pada tanggal 17 April 2019 lalu.

Ajakan dan seruan damai tersebut diwujudkan dalam deklarasi damai paska pemilihan umum, yang dihadiri Kapolres AKBP Catur Gatot Efendi, Dandim 0727 Letkol Inf Andy Amin serta bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (19/05/2019) sore.

Ada lima poin deklarasi yang dibacakan oleh ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Hudaya tersebut.

Lima poin tersebut, masing-masing, bahwa pemilu dapat dilaksanakan secara jujur dan adil serta betrjalan dengan damai dan kondusif, menolak adanya intimidasi terhadap KPU RI selaku penyelenggara pemilu, mendukung hasil pemilu 2019 berdasarkan penetapan dan keputusan KPU RI tanggal 22 Mei 2019, menolak aksi people power terkait hasil pemilu 2019 yang akan menimbulkan perpecahan bangsa, serta bersama-sama mewujudkan persatuan dfan kesatuan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, pemilu yang digelar pada tanggal 17 April 2019, telah selesai dan berlangsung dengan damai dan kondusif.

Saat ini, lanjut Kapolres, menunggu hasil penetapan KPU RI yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. “Sama-sama kita menunggu hasil dari KPU RI. Semua punya tanggungjawab dan komitmen untuk menjaga kondusifitas daerah,” kata Kapolres.

Mengenai apakah ada warga Karanganyar yang akan berangkat pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang, Kapolres menegaskan, sampai saat ini, belum ada tanda-tanda warga Karanganyar akan berangkat.

“Warga tidak perlu bergerak ke Jakarta. Sebaiknya tetap berada di Karanganyar, terlebih saat ini, bulan puasa,” ujarnya. Hal senada dikatakan bupati Karanaganyar, Juliyatmono. Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar tersebut, menghimbau agar warga Karanganyar tidak perlu berangkat ke Jakarata.

“Secara kedinasan maupun pribadi, Seyogiyanya warga tidak perlu menghadiri acara di Jakarta.Soal pemilu, kita harus belajar mempercayai lembaga yang dibentuk Undang-Undang. Hasilnya kita lihat dan tunggu bersama-sama dan hormati dengan baik. Jangan terprovokasi, karena narasi yang dibangun, tidak sehat dan akan menyesatkan secara umum,” tegas bupati.

Ditambahkannya, Pemerintah tugasnya membawa rasa sejuk, nyaman dan memamstikan kegiatan berjalan normal. “Sekali lagi saya minta dan saya himbau, warga Karanganyar sebaiknya beribadah di bulan Ramadan ini di Karanganyar saja. Masih banyak yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.

Jurnalis; Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More