Rekomendasi

Alih Profesi Pedagang Olahan Daging Anjing, Sebagian Menolak Bantuan Modal dari Pemkab

Kamis, 27 Juni 2019 : 21.27
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sebanyak 16 pedagang olahan daging anjing menolak bantuan Pemkab Karanganyar sebesar Rp5 juta sebagai kompensasi alih profesi. Sedangkan sebanyak 33 pedagang lain, akan beralih profesi dan menerima bantuan dari Pemkab.

Kabid Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan, Siti Sofiyah, kepada hariankota.com serta awak media lain, mengatakan, setelah dilakukan pendataan lagi ada 11 data tambahan pemilik usaha olahan daging anjing, yang berasal dari Kecamatan Jaten sebanyak 4 orang, Kebakkramat 2 orang, Gondangrejo ada 3 orang, 1 orang dari Jumapolo dan 1 orang dari Mojogedang.

"Setelah kita lakukan verifikasi, langsung kita undang ke Dinas Peternakan. Mereka yang datang, langsung diberi bantuan lima juta. Yang tidak bersedia datang, kita data,” ujarnya, Kamis (27/06/2019).

Sedangkan mereka yang menolak, jelasnya, akan terus dilakukan pendekatan. “Butuh waktu. Tapi kita akan terus melakukan pendekatan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Awan Sunarwan (32), salah satu pedagang olehan daging anjing asal Jumapolo mengaku, menerima bantuan modal yang diberikan oleh pemkab Karanganyar.

Modal yang diberikan oleh Pemkab ini, menurut Awan, akan digunakan untuk membuka warung ayam bakar dan goreng.

Pada saat berjualan olahan daging anjing, Aswan mengungkapkan, dalam sehari bisa menjual dua ekor daging anjing setiap hari, dengan pendapatan kotor Rp500.000.

"Sebenarnya hasil penjualan olahan daging anjing lumayan. Tapi karena diminta untuk ditutup, saya ikut saja dan siap ganti profesi jualan ayam bakar dan goreng,” ungkapnya.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More