Rekomendasi

Awas, Enam Daerah di Karanganyar Mulai Dilanda Kekeringan

Senin, 24 Juni 2019 : 21.28
Published by Hariankota
Ilustrasi
KARANGANYAR - Sejumlah wilayah di Karanganyar, berpotensi akan terjadi kekeringan. Wilayah tersebut, masing-masing, kecamatan Kebakramat, kecamatan Jumapolo, kecamatan karanganyar kota, kecamatan Jumantono, kecamatan Gondangrejo serta kecamatan Mojogedang.

Hal tersebut dikatakan kepala pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bambang Djatmiko, ketika dihubungi awak media melalui telepon selularnya, Senin (24/06/2019).

Menurut Bambang, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus-September 2019 mendatang.

Menghadapi musim kemarau tersebut, menurut Bambang, Pemkab Karanganyar melalui BPBD sudah mulai melakukan antisipasi.

“Saat ini memang memasuki musim kemarau. Dan puncaknya akan terjadi pada bulan Agustus dan September mendatang. Meski demikian, sampai saat ini, kami belum menerima adanya laporan mengenai dampak kekeringan yang terjadi,” kata Bambang, Senin (24/06/2019).

Dijelaskannya, sejumlah wilayah di Karanganyar rawan kekeringan, seperti Jumantono dan Gondangrejo. Tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengantisipasi melalui pembangunan sumur dalam.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan PDAM sebagai penyedia air bersih milik pemerintah dan Baznas.

“Dua atahun lalu, di kecamatan Gondangrejo dan Jumantono, sempat terjadi kekeringan. Namun setelah Pemkab Karanganyar membagun sumur dalam, dampak kekeringan mulai berkurang. Kita juga menyiapkan peralatan yang dibutuhkan selama kemarau serta dana khusus yang dapat diambil setiap saat jika terjadi kekeringan,” jelasnya.

Sementara itu, Baznas Karanganyar, mengalokasikan anggaran untuk pembuatan sebanyak empat sumur bor pada tahun 2019.

Alokasi anggaran tersebut, menurut Wakil Ketua Baznas Karanganyar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iskandar, meliputi Kecamatan Jatiyoso satu unit, Kecamatan Jumapolo satu unit, Kecamatan Gondangrejo satu unit, dan Kecamatan Jumantono satu unit.

“Program pembuatan sumur dalam sudah berjalan lima tahun terakhir.Pembuatan sumur bor dilakukan atas pengajuan dari warga untuk mengantisiasi terjadinya kekeringan,” ujar Iskandar, Senin (24/06/2019).

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor; Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More