Rekomendasi

Babak Akhir Kasus Edu Park, Lima Terdakwa Divonis Satu Tahun Penjara

Kamis, 13 Juni 2019 : 15.48
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat untuk lokasi wisata Edu park, memasuki babak akhir.

Majelis hakim pengadilan tindak pidan korupsi (Tipikor) Semarang, menjatuhkan vonis masig-masing 1 tahun penjara serta uang pengganti sebesar Rp 50 juta, subsider satu bulan kurungan, kepada lima terdakwa kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat bekas di lokasi wisata edu park.

Lima terdakwa tersebut, masing-masing, B, IP, YN, JSB dan G. Informasi yang dihimun hariankota.com di internal Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, sidang dengan agenda putusan tersebut, digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/06/2019).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa ke lima terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 UU No No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis majelis hakim tersebut, Kepala seksi pidana khusus (Kasi Pidsus) kejari Karanganyar, Bagus, mewakili Kajari Karanganyar, Suhartoyo, mengatakan masih pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan terhadap ke lima terdakwa.

“Kita pikir-pikir atas vonis majelis hakim,” ujarnya, Kamis (13/06/2019). Kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar.

Namun dalam proses peengadaannya, terjadi penyimpangan yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp509 juta. Penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar menetapkan 8 tersangka dalam kasus ini.

Terdakwa telah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Kelima terdakwa masing-masing, P, divonis 1 tahun penjara serta denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan (saat ini sudah bebas, red), sedangkan B dan S yang merupakan rekanan pengadaan pesawat divonis 1 tahun 3 bulan penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More