Rekomendasi

Berulangkali Gagal Bunuh Diri, Akhirnya Buruh Ini Tewas Gantung Diri

Minggu, 30 Juni 2019 : 16.40
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tewasnya seorang laki - laki buruh harian lepas warga Kampung Pandeyan, Jetis, Sukoharjo Kota bernama Ahmad Taufik (34) lantaran gantung diri didalam rumahnya sendiri pada Sabtu (29/6/2019) malam, telah menjadi obrolan hangat warga sekitar.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, Minggu (30/6/2019), hangatnya warga memperbincangkan karena korban diketahui selama ini telah berulang kali melakukan percobaan bunuh diri, namun selalu berhasil digagalkan oleh keluarga.

Penuturan salah satu tetangga korban yang juga Ketua RT setempat, Paiman (60), korban sebelumnya pernah mencoba bunuh diri. Bahkan beberapa hari lalu sempat minta dibelikan obat Pestisida jenis Tiodan dan Apotas.

"Tetapi itu tidak jadi karena dilarang oleh ibu kandung korban, dan sejak 2 hari sebelum ditemukan gantung diri, ia (korban-Red) menyendiri di loteng (lantai atas rumah) tempat jemuran," katanya.

Kejadian gantung diri ini kata Paiman, kali pertama yang melihat adalah saudara korban sendiri yang sedang datang berkunjung. Saat itu disampaikan bahwa sudah dua hari korban mengurung diri diloteng lantai atas rumah.

"Kemaren petang (Sabtu-Red) itu, saudaranya ini sebenarnya pengen ketemu korban, namun oleh ibunya (orang tua korban-Red) dijawab bahwa sudah dua hari korban menyendiri tidur diloteng," katanya.

Saudara korban yang bernama Farid ini kemudian mencoba menemui dengan naik ke loteng. Akan tetapi ia terkaget saat melihat korban dalam kondisi lehernya terjerat tali jemuran tergantung di atas loteng.

Ia pun memberitahukan apa yang dilihatnya tersebut kepada orang tua korban dan saudara korban yang ada dirumah.

Kapolsek Sukoharjo Kota, Polres Sukoharjo AKP Parwanto saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan membawa serta petugas medis sesaat setelah mendapat laporan kejadian.

"Hasil pemeriksaan medis oleh Dokter Faisal dari Puskesmas Sukoharjo Kota menyatakan korban murni meninggal bunuh diri. Tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan ditubuh korban," terangnya.

Hasil awal pemeriksaan medis menyebut, korban meninggal murni karena gantung diri dengan bukti awal, keluar air mani (sperma) dari kemaluan, terdapat bintik merah pembuluh darah di kedua kelopak mata, keluar air seni, dan tidak ada keluar feses (tinja) karena menurut keterangan keluarga korban dalam beberapa hari tidak makan.

"Menurut keterangan keluarga dan warga lingkungan sekitar tempat kejadian, korban ini sudah sekitar 3 bulan terakhir mengalami depresi dan pernah beberapa kali mencoba bunuh diri antara lain pernah masuk sumur, memotong urat nadi, dan empat hari lalu minta dibelikan obat pestisida," tandasnya.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More