Rekomendasi

Cabuli 2 Siswinya, Kepala SD Negeri di Boyolali Terancam Pensiun Dini

Minggu, 23 Juni 2019 : 16.38
Published by Hariankota
BOYOLALI - Terjerat kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah dibawah umur, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumber Agung, Klego, Boyolali berinisial Syn (55) harus berurusan dengan Polisi akibat ulahnya yang tak terpuji.

Pria berkacamata warga Tegalsari, Tanjung, Klego, Boyolali ini, sekarang harus meringkuk dibalik sel tahanan Mapolres Boyolali, jadi tersangka pencabulan menunggu pelimpahan berkasnya ke pengadilan untuk disidangkan. Sebagai PNS, ia terancam dipecat dengan tidak hormat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh hariankota.com Minggu (23/6/2019), Syn dilaporkan orang tua korban ke Satreskrim Polres Boyolali lantaran diduga telah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap dua siswinya di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.

Pada kejadian yang menimpa korban pertama yakni, siswi dengan inisial SSI (10) warga Ngegot, Sumber Agung, Klego, Boyolali, sekitar Maret - April usai jam istirahat sekolah, tersangka memanggil korban dari belakang gedung ruang kelas 2.

"Tanpa curiga, korban kemudian menghampiri. Namun setelah mendekat, tiba - tiba tersangka langsung mencium kedua pipi korban serta memeluk dari depan dengan posisi berdiri saling berhadapan," terang Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro kepada hariankota.com.

Pada kesempatan ini, tersangka memberikan uang senilai Rp 2.000 (dua ribu rupiah) sambil mengancam agar apa yang diperbuatnya tidak diceritakan kepada siapapun, apalagi kepada orang tua korban.

Usai memberi uang, tersangka lantas memaksa korban untuk meraba alat kelaminnya dari luar celana. Semula korban menolak, namun tangan kanan korban ditarik untuk ditempelkan dari luar celana tersangka.

Ketakutan, akhirnya korban berontak melepaskan cekeraman tangan tersangka dan lari masuk kelas. Sedangkan untuk kejadian yang menimpa korban kedua dengan inisial Sfa (9) warga Selorejo, Boyolali Sumber Agung, Klego, oleh tersangka dilakukan sekitar bulan Maret.

Dari pengakuan korban kepada orang tuanya, kelakuan tak bernoral Kepala SD ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB dibelakang sekolah.

"Saat itu korban habis melaksanakan olahraga senam pagi, kemudian dipanggil tersangka. Korban diminta bersih - bersih dibelakang sekolah dengan membawa sapu. Semula ada teman korban yang akan ikut menemani namun dilarang oleh tersangka. Sehingga korban sendirian," papar Kapolres.

Seperti yang dilakukan pada korban pertama, usai mencium pipi kanan dan kiri, tersangka juga memberi uang dengan nominal Rp 5.000 (lima ribu). Masih dengan nada mengancam, tangan korban (Sfa) juga ditarik dan ditempelkan pada alat kelamin tersangka dari luar celana.

"Rupanya korban menolak, dan mendorong tersangka untuk kemudian pergi berlari. Dalam kasus ini, semula ada sedikit hambatan saat akan diungkap, namun kami tak bergeming untuk terus memproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kusumo.

Dihadapan penyidik, tersangka mengaku tak bermaksud berbuat cabul kepada dua siswinya.

Namun hal itu tidak lantas membuat penyidik percaya. Berdasarkan keterangan saksi korban dan barang bukti yang didapat, tersangka sudah memenuhi syarat untuk diajukan ke pengadilan.

"Silahkan saja, nanti membela diri di pengadilan. Itu hak tersangka," imbuh Kapolres.

Atas kelakuannya, Polisi menjerat tersangka dengan pasal pemberatan, yakni pasal 82 ayat (1),(2),(4) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 76e UU RI no.35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No.23 Tahun 2002.

Ancaman hukuman yang bakal diterima tersangka berupa pidana kurungan penjara paling singkat 5 (lima) tahun, dan paling lama 15 (lima belas) tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More