Rekomendasi

Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Seorang Warga Solo Ditangkap di Sukoharjo

Senin, 10 Juni 2019 : 09.53
Published by Hariankota
SOLO - Warga Kampung Semanggi RT 07/RW 05, Kelurahan Semanggi Pasar Kliwon, Solo dikagetkan dengan kabar penangkapan salah satu warganya yang berinisial SR (34).

Kemungkinan ia ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror di jalan perbatasan antara Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dengan Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Kabar penangkapan ini sontak menjadi bahan perbincangan dilingkungan tempat tinggal SR. Warga tak mengira jika bapak 2 anak yang masih kecil - kecil ini terlibat jaringan teroris, mengingat selama ini SR dikenal pendiam.

Supardi (55) Ketua RT setempat saat ditemui hariankota.com dan awak media lain, Minggu (9/6/2019) menjelang tengah malam membenarkan, bahwa salah satu warganya ditangkap dijalan tanggul sungai Bengawan Solo, masuk Desa Jatiteken, Mojolaban, Sukoharjo.

"Iya, informasi dari warga yang melapor ke saya begitu. SR ditangkap Minggu siang hari sekira jam 13.00 WIB ditengah jalan saat akan mengunjungi rumah orang tuanya di Jatiteken, Mojolaban," kata Supardi.

Namun lebih jauh Supardi tidak tahu apakah perugas yang menangkap tersebut Tim Densus 88 Anti Teror atau anggota Polisi berpakaian preman yang tengah menyelidiki kasus kriminal lain.

"Yang menangkap berpakaian biasa. Kemudian pak SR yang waktu itu naik sepeda motor, langsung dibawa ke Polsek Mojolaban. Saya baru yakin pak SR ditangkap setelah ada anggota Koramil menanyakan apakah pak SR ini betul warga sini," tuturnya.

Tak berselang lama setelah penangkapan, Supardi mengaku juga didatangi petugas dari Polsek Pasar Kliwon Solo mengkonfirnasi hal yang sama.

"Setelah penangkapan. Malamnya habis Isya saya didatangi Polisi, mereka meminta saya menjadi saksi penggledahan di rumah pak SR. Saya ditunjukkan surat perintah penangkapan dan penggledahan untuk pak SR. Setelah itu saya diminta ikut menyaksikan penggledahan," ungkapnya.

Dari penggledahan yang berlangsung tak sampai 30 menit ini, menurut Supardi, petugas hanya membawa barang bukti dari dalam rumah SR berupa 1 buah handphone.

"Barang bukti yang dibawa cuma 1 handphone china merk Cross. Selain itu tidak ada. Untuk sepeda motor yang dikendarai pak SR saat ditangkap, diamankan di Polsek Mojolaban. Kalau nggak salah jenis motor bebek Supra Fit," sebutnya.

Supardi tak menyangka jika SR yang kesehariannya berwiraswasta membuka lapak jualan barang pecah belah di pasar Klithikan Nitiharjo, Semanggi ini terlibat jaringan teroris.

"Pak SR ini memang pendiam, biasanya nggak ditanya nggak mau bicara. Dulu kalau sholat di masjid kampung sini. Namun sejak 5 tahun terakhir, dia tak lagi sholat disini. Sepertinya nggak cocok. Dia kemudian kalau sholat di masjid lain yang lokasinya jauh dari kampung sini," kata Supardi.

Terpisah, Kapolsek Mojolaban, Polres Sukoharjo AKP Priyono saat dikonfirmasi terkait lokasi penangkapan mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan.

"Untuk informasi ini sebaiknya langsung ke Kapolres Sukoharjo saja," singkatnya. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kasus apa yang melatari penangkapan SR. Baik Pokresta Solo maupun Polres Sukoharjo, sama - sama belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More