Rekomendasi

Disebut dalam Sidang MK, Ini Kata Bupati Karanganyar

Kamis, 20 Juni 2019 : 18.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Namanya disebut dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), bupati Karanganyar, Juliyatmono menanggapi dengan santai.

Kepada hariankota.com serta awak media lain, usai menemui para pedagang masakan yang berbahan dasar anjing, Kamis (20/06/2019), bupati mengatakan, jika kesaksian yang didengar saat sidang di MK tersebut, sangat mengada-ada.

Menurut Juliyatmono, deklarasi dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 01, dilakukan saat hari libur, dan dilakukan di gedung yang disewakan dan tidak bersama aparatur sipil negara (ASN).

Saat deklarasi, Juliytamono mengaku tidak memakai ajudan dan tidak menggunakan fasilitas negara lainnya. Daln itu hanya dilakukan bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat Karanganyar.

“Nama saya disebut saat sidang di MK, ya bagus. Hanya saja, apa yang disampaikan tersebut, mengada-ada. Deklrasi tersebut dilakukan pada hari libur,” kata bupati, Kamis (20/06/2019).

Dijelaskannya, deklarasi dukungan yang dilakukan bersama komunitas masyarakat tersebut, juga tidak dipermasalahakan oleh siapapun. Bahkan, lanjutnya, dirinya belum pernah mendapat teguran dan dilaporkan kepada Bawaslu Karanganyar.

“Usai deklarasi, tidak ada yang mempermasalahkan dan melaporkan ke Bawaslu. Saya juga belum pernah dapat teguran dari lembaga manapun, dan dari siapapun. Tahu-tahu nama saya disebut di sidang MK oleh salah satu saksi. Ini kan mengada-ada. Padahal deklarasi itu saya lakukan saat hari libur, dan itu diperbolehkan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam sidang PHPU yang digelar di MK, Rabu (19/06/2019), salah satu saksi dari pemohon, menyebutkan nama bupati Karanganyar yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 01.

Menurut saksi, video deklarasi tersebut, sempat viral di media sosial.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor; Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More