Rekomendasi

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Prof Suteki Desak Rektor Undip Dijadikan Tersangka

Rabu, 19 Juni 2019 : 17.45
Published by Hariankota
Dugaan Pencemaran Nama Baik, Prof Suteki Desak Rektor Undip Dijadikan Tersangka (Foto: Istimewa)
SOLO - Muhammad Taufiq, kuasa hukum Profesor Suteki, mendesak agar Polda Jawa Tengah segera menetapkan guru besar yang juga rektor salah satu universitas, berinisial YJ, segera ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukannya.

Hal tersebut dikatakan Muhammad Taufiq dalam rilis yang diterima hariankota.com, Rabu (19/06/2019). Menurutnya, desakan agar YJ ditetapkan sebagai tersangka, setelah kliennya memberikan keterangan kepada penyidik Ditresrimum Polda Jawa Tengah, Selasa (18/06/2019).

M. Taufiq juga mendesak agar penyidik segera menerbitkan Surat Tanda Laporan Polisi (STLP).

“STLP berfungsi untuk mengaudit atau mengetahui sejauh mana proses hukum telah berjalan. Berdasarkan Pasal 184 KUHAP adanya saksi dan bukti surat sudah cukup untuk menetapkan YJ menjadi tersangka,” kata Muhammad Taufiq, Rabu (19/06/2019).

Dijelaskannya, pencemaran nama baik tersebut bermula setelah Profesor Suteki menjadi Ahli dalam Judicial Review Perppu Nomor 2 Tahun 2017 (Perppu Ormas) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Keterangan Ahli tersebut, dianggap berseberangan dengan sikap Pemerintah sehingga Rektor Undip pada Juni 2018 mengeluarkan SK Pemberhentian Sementara dengan Nomor 223/UN.7P/KP/2018 tanpa didahului pemeriksaan untuk membuktikan kesalahannya.

Dalam SK tersebut Profesor Suteki diberhentikan sementara dari tiga jabatan sekaligus, yakni, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum FH Undip, Ketua Senat FH Undip, dan Anggota Komisi IV Senat Akademik Undip.

Profesor Suteki kembali dikejutkan dengan munculnya SK Rektor Nomor 586/UN7.P/KP/2018 tentang Pemberhentian beliau dari jabatan Kaprodi MIH dan Ketua Senat FH tertanggal 28 November 2018.

Namun SK tersebut baru diberikan pada tanggal 25 Mei 2019, enam bulan setelah dikeluarkan. Selama kurun waktu Juni 2018 hingga November 2018, Profesor Suteki tidak pernah menjalani pemeriksaan apapun untuk membuktikan kesalahan apa yang telah dilakukannya.

Namun secara tiba-tiba Prof Suteki dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran berat disiplin pegawai. Hal ini yang dianggap pencemaran nama baik. Kasus ini pun dilaporkan ke Polda Jawa Tengah.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More