Rekomendasi

Gandeng UNS, Bulog Bertekad Kembangkan Pangan di Solo Raya

Jumat, 21 Juni 2019 : 20.54
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Disaksikan Direktur Utama Perum Bulog Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, dan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho, Bulog mengawali kerjasama dengan UNS terkait pengembangan pangan di wilayah Solo Raya melalui penandatanganan sebuah Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo, dan Wakil Rektor IV UNS Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Sajidan usai panen perdana padi varietas Trisakti di lahan belakang Rumah Sakit UNS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jum'at (21/6/2019).

Pantauan hariankota.com, dalam sambutannnya Budi Waseso mengungkap keprihatinannya atas masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap keberlangsungan dunia pertanian, dibuktikan dengan banyaknya petani yang masih jauh dari sejahtera. Padahal soal pangan merupakan hal vital.

"Kalau soal tawuran, Indonesia itu hebat. Tapi kalau sudah bicara pangan, memprihatinkan. Kita bisa pinter, bisa hidup, itu dari pangan. Pangan darimana, petani. Sehebat apapun Tentara kalau nggak dikasih makan, keple (loyo-Red) dia," katanya.

Mantan Kepala BNN periode 2015-2018 ini sangat miris jika melihat kondisi ketahanan pangan tanah air saat ini. Banyak mengandalkan impor. Oleh karenanya ia bertekad untuk membalik keadaan itu untuk menunjukkan harga diri bangsa.

"Maka harusnya, harga diri bangsa ini kalau bisa ekspor pangan. Jadi supaya beras ini disimpan tidak rusak, bisa saja diekspor misalnya ke Tomor Leste, Brunei. Tapi kendalanya adalah soal mutu, kwalitas dan harga," ujarnya.

Disamping kwalitas, Budi juga mendorong dengan pemanfaatan teknologi pengolahan lahan dan budidaya yang modern, serta manajemen dan penanganan pasca panen bisa mendongkrak kwantitas. Setidaknya dalam 1 hektar sawah bisa menghasilkan padi 10 ton.

"Saya pernah mendatangi panen dimana dalam 1 hektar sawah hanya menghasilkan padi sebanyak 4 sampai 5 ton saja," sebutnya.

Dengan penandatanganan kerja sama yang berlaku untuk 5 (lima) tahun kedepan, diharapkan dapat menghasilkan produk pangan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat serta memberikan jaminan modal dan kepastian pasar bagi petani.

Diketahui, penandatanganan Nota Kesepahaman merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama antara Bulog Subdivre Surakarta dengan Fakultas Pertanian UNS terkait On Farm kemitraan yang dilakukan pada Februari 2019 silam.

Hasilnya, dalam panen perdana di lahan seluas 2 hektar ini, kisaran produktivitas On Farm kemitraan sebanyak 7 ton/hektar. Nantinya, gabah kering hasil panen dibeli oleh Bulog dengan harga Rp4.070,-/kg (sesuai Harga Pembelian Pemerintah/HPP) dan akan diolah di Unit Pengolahan Bulog Grogol.

Dalam pelaksanaannya, On Farm ini dilakukan diatas lahan milik UNS dengan menggunakan modal kerja dari Himbara dan melibatkan kelompok petani binaan UNS serta Perum Bulog selaku penyerap hasil panen (off taker).

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :