Rekomendasi

ISI Solo Pulangkan 443 Mahasiswa Asing Program Darmasiswa Kemendikbud

Kamis, 13 Juni 2019 : 16.54
Published by Hariankota
SOLO - Sejak dimulai tahun 1974, program Darmasiswa RI (DRI) telah diikuti oleh 7.852 mahasiswa yang berasal dari 121 negara sahabat. Mereka belajar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Program DRI adalah pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada sejumlah mahasiswa asing yang lolos seleksi dari negara-negara mitra atau sahabat untuk belajar bahasa Indonesia, seni dan budaya.

"Pada kesempatan Tahun Akademik 2018/2019 ini, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah acara Pembekalan Kepulangan Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa dari Kemendikbud selaku induk penyelenggara program," kata Matheus Wasi Bantolo selaku Ketua Pelaksana kepada hariankota.com dan awak media lain saat konferensi pers, Kamis (13/6/2019).

Pertimbangan dipilihnya ISI Surakarta (Solo -Red), kata Matheus karena Solo merupakan kota yang dapat mewakili untuk perhelatan Budaya Indonesia.

Acara ini akan berlangsung mulai 17 juni hingga 19 Juni 2019 mendatang berupa pagelaran pertunjukan seni di empat lokasi yakni, Balaikota Solo, Pura Mangkunegaran, Pendopo kampus ISI Surakarta dan Teater Besar ISI Surakarta.

"Para peserta akan menampilkan pertunjukan dan juga hasil karya seni yang telah mereka pelajari selama 1 tahun di Indonesia. Acara ini merupakan presentasi capaian pembelajaran Mahasiswa Program Beasiswa Darmasiswa kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan kesempatan pada mereka untuk belajar di Indonesia," terangnya.

Pada kegaiatan nanti, sebanyak 443 peserta program beasiswa Darmasiswa akan hadir di Solo dan beberapa dari mereka akan menampilkan karya seni mulai dari seni Karawitan, Pedalangan, Tari, menyanyi lagu daerah Indonesia, hingga memamerkan hasil karya seni lainnya di kampus ISI Surakarta.

"Para mahasiswa Darmasiswa nanti akan menampilkan pertunjukan seni Indonesia meliputi berbagai asal seni daerah di Indonesia seperti kesenian dari Aceh, Batam, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Bali," ujarnya.

Dijelaskan Matheus, selama ini program Darmasiswa juga telah menjadi timbal-balik (resiprokal) pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program soft diplomacy or people to people contact, dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

"Dengan pertimbangan bahwa program Darmasiswa sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya. Oleh Kemendikbud jumlah dan cakupan negara yang diundang terus ditingkatkan. Pada tahun ini saja diikuti oleh 679 peserta yang berasal dari 82 negara yang mengikuti pendidikan di 70 perguruan tinggi di Indonesia," imbuhnya.

Szusza salah satu mahasiswi peserta Darmasiswa dari Hongaria yang turut hadir dalam konferensi pers menuturkan, sudah 10 bulan ini berada di ISI Surakarta belajar seni pedalangan dan mencoba menekuni seni tari. Dan sekarang ia sudah bisa memainkan wayang kulit serta menari.

"Saya sampai saat ini masih terus mencoba sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan dengan apa yang saya pelajari di ISI Surakarta. Saya berterima kasih diberi kesempatan ini untuk belajar kesenian di Indonesia," katanya dengan bahasa Indonesia sedikit patah -patah.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More