Rekomendasi

Jaga Tradisi Konsep KB Krama Bali, Koster Sarankan Pengantin Baru Punya 4 Anak

Jumat, 28 Juni 2019 : 23.16
Published by Hariankota
DENPASAR - Demi menjaga tradisi konsep keluarga berencana (KB) krama Bali warisan leluhur tidak punah Gubernur I Wayan Koster mengimbau para pasangan pengantin baru agar memprogram memiliki lebih dari dua orang anak, bahkan hingga empat orang anak.

Imbauan itu, juga dilatarbelakangi, makin langkanya pemilik nama Nyoman dan Ketut yang justru terjadi tengah meningkatnya kesejahteraan ekonomi serta pendapatan per kapita krama Bali.

Gubernur Koster didampingi Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali menyampaikan hal itu saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-26 dan Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung I Gusti Ketut Pudja, Singaraja, Buleleng, Jumat (28/6/2019).

“Ini saya sampaikan melihat kondisi terkini di Bali, di mana anak yang menyandang nama Nyoman atau Komang (sebutan anak ketiga sudah langka, apalagi Ketut (anak keempat),” terang Koster.

Dari survei berdasarkan kepada Kartu Keluarga (KK) di Bali, menunjukkan bahwa populasi anak ketiga sampai keempat alias penyandang nama Nyoman dan Ketut, sudah benar-benar menurun.

“Nyoman dan Ketut sudah barang langka sekarang di Bali. Hampir punah, padahal sejatinya ini adalah warisan leluhur kami, yang begitu arif untuk membuat suatu kearifan lokal yang menurut saya harus kita jaga dan lestarikan,” jelasnya.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini, memberanikan diri meminta “permakluman” kepada pemerintah pusat khususnya BKKBN, agar Bali bisa melaksanakan KB Krama Bali dengan anjuran empat orang anak.

Meski demikian, pihaknya sepakat dengan keluarga berencana dan harus berkualitas, dengan perencanaan yang tepat sejalan juga dengan pembangunan bangsa.

Buktinya, Bali jadi salah satu yang terdepan dalam menjalankan program KB dengan anjuran dua anak cukup selama ini. "Kami di Bali sangat loyal dan taat pada anjuran pemerintah,” katanya, menegaskan.

Alasan lain, soal anjuran empat anak itu, karena Koster memandang, kondisi perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat Bali yang makin membaik.

Hal itu, ditunjang pula dengan berbagai program yang menyasar langsung ke masyarakat, membuat tidak ada alasan lagi bagi krama Bali untuk memiliki lebih dari dua orang anak.

Sekarang kan hampir semua sudah ditanggung negara, mulai sekolah, kesehatan bahkan beras. Jadi tidak perlu takut lagi dengan anjuran empat anak ini.

“Untuk itu saya imbau para pengantin baru, targetkanlah empat anak agar Nyoman dan Ketut juga ‘kebagian’ tempat, bisa hadir di keluarga kita,” katanya menegaskan.

Jurnalis: Made Suganda

Editor; Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More