Rekomendasi

Kasus BLBI, KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim dan Istri Jadi Tersangka

Selasa, 11 Juni 2019 : 03.06
Published by Hariankota
JAKARTA - Kasus dugaan korupsi dalam penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat pengusaha kondang Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim sebagai tersangka terkait kasus tersebut.

Sjamsul selaku pengendali saham BDNI dan sang istrinya itu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pemenuhan kewajiban obligor BLBI pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

“Setelah melakukan proses penyidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup, maka KPK membuka penyidikan baru terhadap pemegang saham BDNI selaku obligor BLBI,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

Laode menambahkan, penetapan status tersangka pada pasangan suami istri itu merupakan pengembangan dari perkara serupa yang menyeret mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung.

“Sebelumnya KPK telah memproses satu orang, yaitu Syafruddin Arsyad Tumenggung, hingga putusan di tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta,” ujar Laode.

Dalam perkara itu, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Syafruddin.

Ia dinilai bersalah karena keputusannya menerbitkan SKL untuk BDNI telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp4,58 triliun.

Menurut hakim, Syafruddin melakukan perbuatan itu bersama dengan Sjamsul, Itjih dan eks Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Sjamsul diduga menerima uang sebesar Rp4,58 triliun.

Lebih lanjut Laode menambahkan, KPK telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Sjamsul dan Itjih di tiga lokasi di Singapura, yakni The Oxley, Cluny Road, dan Head Office of Giti Tire Pte.Ltd, serta satu lokasi di Jakarta, yakni rumah di Simprug, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Diketahui, keduanya tengah tinggal di Singapura dengan status tinggal tetap.

“KPK memberikan ruang terbuka untuk Sjamsul dan Itjih memberikan keterangan, informasi, bantahan atau bukti lain. Namun hal tersebut tidak dimanfaatkan oleh yang bersangkutan,” imbuh Laode.

Sjamsul dan Itjih disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jurnalis: Nuraini

Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More