Rekomendasi

Kemeriahan Pesta Kesenian Bali, Libatkan 4.370 Penari dan Penabuh

Sabtu, 15 Juni 2019 : 16.12
Published by Hariankota
DENPASAR - Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 berlangsung meriah untuk pertama kalinya Presiden Joko Widodo turut menyaksikan dalam ajang seni budaya yang melibatkan 4.370 seniman tari dan tabuh.

Kehadiran Presiden Jokowi, beserta keluarga menciptakan keseruan tersendiri saat pawai PKB, Sabtu 15 Juni 2019. Masyarakat lokal hingga turis mancanegara memadati pinggiran areal Monumen Perjuangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Ribuan masyarakat dan wisatawan menyaksikan pembukaan pawai yang dihadiri juga Gubernur Bali I Wayan Koster. Pawai PKB tahun ini terasa lebih hangat. Itu tak lepas dari konsep yang diusung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu kan Presiden diturunkan langsung pada panggung kehormatan, sekarang mobil Presiden hanya sampai dekat kantor KPU dan sambil berjalan kaki diiringi penari Pendet di depan dan Penari Baris Gede di belakang,” papar Kadek Wahyudita, koordinator pawai,

Seusai sampai dikursi kehormatan, pawai dilanjutkan sambutan dari Gubernur Bali, Wayan Koster dan dilanjutkan dengan sambutan dari Presiden Joko Widodo.

“Punapi gatra, eling? Becik nggih,” ucap Jokowi dalam sambutannya. Masyarakatpun berteriak sumringah mendengar Kepala Negara mengucapkan salam berbahasa Bali.

Selepas Presiden Jokowi beserta jajaran sampai di kursi kehormatan dan menyampaikan sambutan yang diakhiri kata ‘Matur suksma‘ dan pemukulan kul-kul, pawai pun resmi berlanjut yang diisi partisipan luar daerah/negeri, ISI Denpasar, dan 9 Kabupaten/Kota se-Bali.

Mengusung tema Bayu Pramana, Memuliakan Sumber Daya Angin diterjemahkan melalui garapan pawai yang berenergi.

“Bayu itu maknanya luas sekali, bisa diistilahkan sebagai sebuah energi dan bagaimana kita mengendalikan energi itu agar membawa dampak yang positif,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana.

Persiapan yang dilakukan sangat matang untuk mengembalikan esensi PKB sebagai pesta rakyat yang dimiliki rakyat pula.

"Pengembalian PKB sebagai pesta rakyat berdasar prinsip-prinsip pada pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berarti Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru," katanya.

Adapun realisasi dari pengembalian ini yakni pelaksanaan pawai yang lebih efisien dan bersahabat dengan jalan menyambut perjalanan Presiden dan jajarannya dengan diiringi tarian, mengratiskan pembayaran stand pameran dengan syarat kartu keluarga dan KTP Bali, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan menguatkan prinsip kesenian sebunan guna merangkul desa adat di Bali.

Rute pawai yang mengikuti prosesi purwa daksina (berkeliling se-arah jarum jam) ini pun berakhir di dekat Kantor Gubernur Bali.

PKB 2019 melibatkan 4.370 orang peserta, pawai ini diharapkan mampu mempererat persahabatan dalam maupun luar negeri serta mengakrabkan PKB dengan rakyat sebagai pesta milik rakyat.

Jurnalis: Made Suganda
Editor: Rahayu

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More