Rekomendasi

Libur Lebaran, Jasa Pembersih Makam di Sukoharjo Raup Pendapatan Besar

Sabtu, 08 Juni 2019 : 18.31
Published by Hariankota
SUKOHARJO – Tradisi ziarah kubur tiap Lebaran, warga penjual jasa pembersih makam di tempat pemakaman umum (TPU) Pracimaloyo Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo menuai rejeki dari para peziarah.

Selain mendapat order membersihkan makam, sebagian dari mereka, terutama yang mendapat tanggung jawab menjaga pamijen (makam keluarga-Red) juga menerima tunjangan hari raya (THR) dari keluarga peziarah.

Di TPU Pracimaloyo, banyak dikebumikan tokoh - tokoh masyarakat terkenal, mulai maestro keroncong Gesang pencipta lagu Bengawan Solo, ulama kharismatik KH Ahmad Siradj, Ki Jayeng yang konon merupakan abdi dalem Keraton Solo jaman dulu, dan makam keluarga besar pengusaha batik ternama Kota Solo Danarhadi.

Penuturan Kabul (50) warga Dukuh Windan, Desa Makamhaji, pekerja pembersih makam sekaligus penjaga pamijen keluarga pengusaha batik Danarhadi, selain mendapat penghasilan uang, ia juga menerima paket sembako dari salah satu keluarga peziarah.

"Jumlah peziarah yang datang sejak hari Lebaran usai sholat Idulfitri hingga hari ini mencapai 4 kali lipat dibanding hari biasa, Jum'at dan Minggu. Keluarga peziarah ada yang memberi uang Rp 50 ribu, ada juga yang Rp 200 ribu. Ya, saya bersyukur bisa mendapat rejeki ini," ungkapnya.

Sejak hari H Lebaran hingga hari ketiga, Kabul mengaku telah mengantongi uang sekira Rp 5 juta lebih atas pekerjaan yang dilakoninya sejak 15 tahun silam bersama sang istri.

Hal serupa dialami seorang ibu bernama Parmi (55). Bermodalkan sapu lidi, ia tiap hari dari pagi hingga sore bekerja sebagai penjual jasa pembersih makam di TPU Pracimaloyo.

Seperti Lebaran kali ini, ia mengaku menerima banyak order membersihkan makam dari keluarga peziarah. Rata-rata ongkos yang ia terima untuk membersihkan makam bervariatif antara Rp 10.000-Rp 20.000, tergantung keiklhasan peziarah.

"Biasanya tiap musim ziarah hari raya Idulfitri, saya bisa membersihkan makam sampai 25 hingga 30 makam. Hasilnya lumayan untuk merayakan Lebaran," tuturnya saat ditemui hariankota.com disela waktu istirahatnya usai mendapat order membersihkan makam, Sabtu (8/6/2019).

Salah satu peziarah Mulyadi (60), warga Jakarta yang datang bersama keluarga mengaku, jika sedang berkunjung ke makam keluarga, ia selalu mencari jasa pembersih makam.

Mengingat tiap tahun dan kebetulan makam yang didatangi adalah pamijen, maka permintaan membersihkan makam ia lakukan sebelum datang berziarah.

"Kami sudah biasa tiap berziarah bersedekah. Apalagi ini kan Lebaran, jadi wajar saja jika memberi lebih kepada tukang pembersih seikhlasnya. Keberadaan mereka sangat membantu," katanya.

Seperti biasanya, tiap ada peziarah yang datang dan memberi order, para penjual jasa pembersih makam dengan peralatan berkebun seperti, sambit, cangkul, dan sapu lidi akan membersihkan makam dari rumput liar.

Mereka juga menyapu sekitar makam agar bersih dari dedaunan kering yang rontok. Batu nisan makam juga dibersihkan dengan cara dilap menggunakan kain basah. Selain itu, makam yang terbuat dari marmer terlebih dulu juga ada yang dicuci agar terlihat mengkilat.

Jurnalis: Sapto Nugroho

Editor: Jumali

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More