Rekomendasi

Mantan Bupati Sragen Ditahan, Kuasa Hukum Menilai Kejaksaan Kurang Kerjaan

Minggu, 16 Juni 2019 : 16.02
Published by Hariankota
Mantan Bupati Sragen ditahan (Foto: kricomnews)
SRAGEN - Penahanan terhadap mantan bupati Sragen, Agus Fatchurrahman, mendapat tudingan keras dari tim kuas hukum orang nomor satu di bumi Sukowati tersebut.

Dihubungi hariankota.com melaui telepon selilarnya, Minggu (16/06/2019), Zam Zam Wathoni, kuasa hukum Agus Fatchurrahman, mengatakan, tidak ada alasan bagi Kejaksaan untuk menahan kliennya tersebut.

Menurut Zam Zam, dalam kasus Kasda yang sebelumnya menyeret Untung Wiyono yang saat itu menjabat sebagai bupati, serta Kusharjanto sebagai sekda, tidak memiliki konstruksi hukum dan delik penyertaan untuk menjerat orang lain, dalam hal ini, Agus Fatchurrahman.

Dijelaskannya, dalam konstruksi hukum yag menyeret Untung Wiyono yang saat itu menjabat sebagai buati dan Kusharjono dan Sri Wahyuni, dalam kasus Kasda, tidak ada menyebut nama Agus Fatchurrahman.

“Konstruksi hukum penetapan klien kami sebagai tersangka dan langsung ditahan sama sekali tidak ada. Kasus ini juga sudah selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap. Saya pikir, ini hanya akal-akalan saja. Kejaksaan kami nilai kurang kerjaan,” cetusnya, Minggu (16/06/2019).

Dijelaskannya, atas penetapan tersangka dan penahanan terhadap Agus Fatchurrahman, Zam Zam Wathoni, menegaskan melakukan perlawanan berupa pra peradailan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.

Dasar diakukannnya pra peradilan, jelas Zam Zam, berdasarkan Pasal 77 KUHAP di mana tim penasehat hukum melihat bahwa perkara Kasda sejak awal tidak dikonstruksikan dengan dakwaan penyertaan.

“Karena penetapan tersangka tidak sah, maka keputusan untuk menahan klien kami juga tidak sah. Penetapan tersangka itu juga dinilai tidak berdasar bukti-bukti hukum, tidak sah dan lebih bermuatan politis,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, mantan bupati Sragen, Agus Fatchurrahman, yang saat itu menjabat sebagai wakil bupati mendapingi bupati Untung Wiyono, ditahan oleh Kejari Sragen.

Agus ditahan, karena diduga ikut menerima aliran dana korupsi kas daerah (Kasda) Sragen sebesar Rp 376 juta pada 2013. Saat ini, Agus ditahan di Lapas Klas II A Sragen.

Kajari Sragen, Syarief Sulaiman menyatakan, salah satu alasan penahanan Agus, untuk mempermudah proses hukum selanjutnya. Dijelaskannya, Memang Agus didakwa melanggar pasal 2 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tidak Pidana Korupsi.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor; Gunadi

Share this Article :

Berita Terbaru

Read More